TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Gibran dan Jokowi Satu Kendaraan Tinggalkan Istana Usai Pertemuan Tertutup 3,5 Jam dengan Presiden Prabowo

Reporter & Editor : AY
Rabu, 04 Maret 2026 | 03:46 WIB
Mantan Presiden ke 7 Jokowi saat hadir di Istana pada acara di Istana Selasa (3/3/2026) malam. Foto : Ist
Mantan Presiden ke 7 Jokowi saat hadir di Istana pada acara di Istana Selasa (3/3/2026) malam. Foto : Ist

JAKARTA – Suasana berbeda terlihat di Kompleks Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026) malam, usai pertemuan tertutup yang digelar Presiden Prabowo Subianto bersama para mantan presiden dan wakil presiden. Agenda yang berlangsung sekitar tiga setengah jam itu berakhir menjelang tengah malam.

 

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninggalkan lokasi bersama ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Keduanya tampak pulang menggunakan kendaraan yang sama sekitar pukul 23.13 WIB.

 

Sebelumnya, Jokowi terlihat keluar dari Istana Merdeka bersama Wakil Presiden ke-11 RI Boediono dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin. Mereka turut didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

 

Sebelum memasuki kendaraan, Jokowi sempat bersalaman dan berbincang singkat dengan para tokoh yang hadir. Ia kemudian duduk di sisi kiri mobil, disusul Gibran yang menempati kursi sebelah kanan. Tak lama berselang, kendaraan tersebut melaju meninggalkan kawasan Istana, diikuti para mantan wapres lainnya.

 

Pertemuan yang digelar secara tertutup itu disebut membahas berbagai isu strategis, baik dalam negeri maupun dinamika global terkini. Salah satu topik yang turut menjadi perhatian adalah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk hubungan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

 

Presiden Prabowo sebelumnya memang mengundang sejumlah tokoh nasional untuk berdiskusi dan bertukar pandangan. Selain para mantan presiden dan wakil presiden, undangan juga ditujukan kepada mantan menteri luar negeri serta para ketua umum partai politik yang memiliki kursi di parlemen.

 

Menurut Teddy, pertemuan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menghimpun masukan dari para pemimpin terdahulu terkait perkembangan geopolitik dan situasi nasional yang tengah dihadapi Indonesia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit