TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Belanja Lebaran Lancar, Konsumsi Domestik Dipacu

Reporter & Editor : AY
Minggu, 15 Maret 2026 | 10:32 WIB
Sidang Kabinet Merah Putih di Istana. Foto : Ist
Sidang Kabinet Merah Putih di Istana. Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan konsumsi domestik.

 

Presiden Prabowo Subianto menugaskan jajaran kementerian menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi logistik, serta kesiapan layanan publik menjelang Lebaran. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.

 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan ketersediaan pangan, distribusi logistik, serta kesiapan sektor energi, transportasi, dan infrastruktur.

 

“Langkah ini penting agar perayaan Lebaran berlangsung aman dan nyaman sekaligus menciptakan iklim konsumsi yang kondusif,” ujarnya.

 

Untuk mendorong belanja masyarakat, pemerintah kembali menggelar program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 pada 6–30 Maret.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program tersebut melibatkan 380 perusahaan, 800 merek, 80 ribu gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

 

“Kami menargetkan transaksi hingga Rp53 triliun, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun kepada 35 juta keluarga, memberikan diskon tarif transportasi mudik, serta mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) agar perputaran uang tidak terpusat di Jakarta.

 

Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara dan pekerja formal, serta Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring juga diharapkan memperkuat likuiditas masyarakat.

 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, Esther Sri Astuti menilai Ramadan dan Idulfitri tetap menjadi pendorong penting aktivitas ekonomi, terutama melalui peningkatan konsumsi rumah tangga, mobilitas pemudik, serta geliat UMKM.

 

Dengan berbagai stimulus tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit