TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Tak Harus Baru, Sunnah Kenakan Pakaian Terbaik Saat Idul Fitri

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 18 Maret 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG — Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan tampil rapi, bersih, dan harum ketika melaksanakan Salat Id. Penampilan yang baik bukan sekadar soal estetika, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap syiar Allah.

 

Teladan ini dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang senantiasa mengenakan pakaian terbaiknya pada hari raya, tanpa berlebihan. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كاَنَ يَلْبَسُ بُرْدَ حِبَرَةٍ فِيْ كُلِّ عِيْدٍ

“Dari Ja‘far bin Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi SAW biasa mengenakan burdah bercorak pada setiap hari raya.” (HR. Asy-Syafi‘i)

 

Pada masa itu, burdah bercorak dari Yaman dikenal sebagai pakaian yang indah namun tetap sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah mengajarkan keseimbangan antara kerapian dan kesederhanaan.

 

Riwayat lain dari Hasan, cucu Rasulullah SAW, juga menegaskan anjuran tersebut:

عَنِ اْلحَسَنِ السِّبْطِ قَالَ: أَمَرَناَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِيْ العِيْدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ ماَ نَجِدُ وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدِ ماَ نَجِدُ… وَأَنْ نُظْهِرَ التَّكْبِيْرَ وَالسَّكِيْنَةَ وَاْلوٍقَارَ.

“Kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki, menggunakan wewangian terbaik, serta menampakkan keagungan Allah dengan sikap tenang dan penuh wibawa.” (HR. Al-Hakim)

 

Makna “terbaik” dalam hadis tersebut tidak selalu identik dengan pakaian baru. Ungkapan ajwada ma najidu memberikan kelonggaran bahwa yang utama adalah kualitas—bersih, rapi, dan pantas dikenakan. Dengan demikian, pakaian lama pun tetap dapat memenuhi anjuran sunnah selama masih layak.

 

Yang tak kalah penting, penampilan lahiriah ini perlu diiringi dengan sikap batin yang tenang (sakinah) dan penuh kehormatan (wiqar). Jadi, esensi perayaan Idul Fitri bukan pada kemewahan busana, melainkan pada kesederhanaan yang tetap mencerminkan keindahan dan ketakwaan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit