Lonjakan Harga BBM Global, Ini 25 Negara Terdampak Paling Parah
JAKARTA — Gejolak pasar minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan, khususnya di jalur vital seperti Selat Hormuz.
Mengacu pada laporan International Energy Agency (IEA), kondisi ini berpotensi menjadi salah satu gangguan suplai minyak terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya langsung terasa pada harga minyak mentah dunia, di mana Brent sempat menembus USD 110 per barel—level tertinggi sejak 2022.
Data Global Petrol Prices mencatat sekitar 85 negara telah menaikkan harga bensin sejak pertengahan Maret 2026.
Negara berkembang menjadi yang paling terdampak, dengan lonjakan harga bahkan melampaui 50% di sejumlah wilayah.
Di kawasan Asia, kenaikan harga cukup bervariasi. Filipina, Myanmar, dan Kamboja mengalami lonjakan signifikan, sementara China, Jepang, dan Korea Selatan relatif mampu menahan kenaikan melalui intervensi kebijakan.
Di Amerika Utara, harga bensin di Amerika Serikat dan Kanada naik sekitar 25–30%, dengan kenaikan solar mencapai hingga 40%. Sementara di Eropa, negara seperti Prancis dan Jerman mengalami kenaikan yang lebih moderat, meski tetap signifikan.
Perbedaan harga BBM antarnegara dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kebijakan pajak dan biaya distribusi. Dari keduanya, pajak menjadi komponen utama yang menyebabkan variasi harga cukup besar.
Daftar 25 Negara dengan Kenaikan Harga BBM Tertinggi:
Nigeria — bensin 58,2%; diesel 78,3%
Myanmar — bensin 55,4%; diesel 76,9%
Filipina — bensin 54,2%; diesel 81,6%
Kamboja — bensin 52,8%; diesel 78,7%
Australia — bensin 42%; diesel 78,7%
Zimbabwe — bensin 39,1%; diesel 34,9%
Peru — bensin 35,6%; diesel 45,8%
Guatemala — bensin 34,1%; diesel 52,2%
Sri Lanka — bensin 33,8%; diesel 37,2%
Laos — bensin 32,9%; diesel 72,4%
Vietnam — bensin 31,8%; diesel 45,9%
Amerika Serikat — bensin 30,2%; diesel 41,2%
Malaysia — bensin 28,7%; diesel 57,9%
Lebanon — bensin 28,6%; diesel 58,8%
Liberia — bensin 26,4%; diesel 39,4%
Panama — bensin 26,3%; diesel 45,4%
Kanada — bensin 25,2%; diesel 36,9%
Estonia — bensin 25,1%; diesel 43%
Pakistan — bensin 24,4%; diesel 21,8%
Norwegia — bensin 23,9%; diesel 44,3%
China — bensin 23,2%; diesel 46,6%
Moldova — bensin 22,7%; diesel 46,6%
Puerto Rico — bensin 22%; diesel 53,3%
Austria — bensin 22%; diesel 36,4%
Singapura — bensin 20,5%; diesel 44%
Lonjakan harga ini menunjukkan tingginya sensitivitas pasar energi global terhadap konflik geopolitik. Jika ketegangan terus berlanjut, harga BBM berpotensi kembali meningkat dalam waktu dekat.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




