Italia Kian Terpuruk: Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal untuk Ketiga Kalinya Beruntun
ITALIA - Italia kembali menelan pil pahit. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Gli Azzurri gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Bosnia-Herzegovina di partai final playoff.
Bermain di Zenica, Italia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain usai Alessandro Bastoni diganjar kartu merah. Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Italia kalah dalam drama adu penalti.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi publik Negeri Pizza. Pelatih Gennaro Gattuso tampak tak kuasa menahan emosi usai laga. Ia bahkan menegaskan bahwa masa depannya bukanlah hal penting dibandingkan rasa sakit yang dialami seluruh rakyat Italia.
“Ini menyakitkan untuk seluruh Italia. Pukulan yang sulit diterima. Saya rela memberikan bertahun-tahun hidup saya untuk momen ini,” ujar Gattuso dengan mata berkaca-kaca.
Di sisi lain, Ketua Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, justru meminta Gattuso tetap bertahan di kursi pelatih meski hasil mengecewakan terus berlanjut.
Kekecewaan juga disampaikan oleh bek senior Leonardo Spinazzola yang menyebut generasi muda Italia kembali harus menyaksikan Piala Dunia tanpa kehadiran tim kebanggaan mereka.
“Anak-anak akan kembali menonton Piala Dunia tanpa Italia,” ucapnya.
Hasil ini semakin mempertegas kemunduran Italia dalam satu dekade terakhir. Sejak menjuarai Piala Dunia 2006, performa mereka terus menurun.
Italia tersingkir di fase grup pada edisi 2010 dan 2014, lalu gagal lolos ke putaran final pada 2018 dan 2022.
Meski sempat mengangkat trofi Euro 2020, keberhasilan itu kini terasa seperti anomali di tengah inkonsistensi yang berkepanjangan. Di Euro 2024, Italia juga hanya mampu mencapai babak 16 besar.
Dalam perjalanan kualifikasi menuju Piala Dunia 2026, Italia sempat melakukan pergantian pelatih. Luciano Spalletti dipecat setelah kekalahan telak 0-3 dari Norwegia pada Juni 2025, sebelum akhirnya digantikan Gattuso.
Namun, perubahan tersebut belum mampu mengangkat performa tim. Kini, Italia harus kembali menelan kenyataan pahit—absen di panggung sepak bola terbesar dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 19 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu





