Kecupan Prabowo Subianto Redakan Tangis Bayi di Samping Peti Prajurit Perdamaian
TANGERANG - Suasana duka menyelimuti Gedung VIP Terminal 3 Bandara Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026) petang. Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia.
Ketiganya meninggal saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon, di Lebanon Selatan—wilayah yang tengah dilanda eskalasi konflik di perbatasan Israel.
Tepat pukul 18.45 WIB, Presiden tiba dengan raut wajah penuh duka. Ia disambut sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tanpa banyak kata, Presiden langsung menuju ruang persemayaman utama. Tiga peti jenazah telah berjajar rapi, masing-masing diselimuti bendera Merah Putih. Foto para prajurit terpajang tegak di sisi peti, menjadi saksi bisu pengabdian mereka.
Mereka adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Tangis keluarga pecah saat mereka diberi kesempatan mendekat. Istri, orang tua, dan kerabat memeluk erat peti jenazah, menahan kehilangan yang begitu dalam.
Presiden Prabowo menghampiri satu per satu keluarga yang berduka. Ia menyalami mereka, berbicara lirih, mencoba memberi ketenangan di tengah kesedihan yang tak terucap.
Di sudut ruangan, tangis seorang bayi tiba-tiba memecah keheningan. Bayi itu berada dalam pelukan ibunya, tak jauh dari peti jenazah Serka Muhammad Nur Ichwan. Sang ibu berusaha menenangkan, sembari menunjuk ke arah foto sang ayah. Air matanya jatuh perlahan.
Melihat itu, Presiden mendekat. Ia menatap lembut wajah mungil yang tengah menangis, lalu menunduk dan mengecup kening sang bayi.
Seketika, tangis itu mereda. Suasana hening menyelimuti ruangan.
Momen sederhana namun penuh makna itu seakan menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Presiden kemudian berdiri tegap, memberikan hormat terakhir kepada ketiga prajurit yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
Ketiga prajurit tersebut gugur dalam waktu dan lokasi berbeda di Lebanon Selatan, kawasan yang menjadi titik panas konflik antara militer Israel dan milisi Hizbullah. Di tengah situasi genting itu, pasukan TNI tetap menjalankan mandat perdamaian dengan penuh dedikasi.
Sebelum dipulangkan ke Tanah Air, upacara penghormatan juga digelar di Beirut, Lebanon, pada Kamis (2/4/2026), dipimpin oleh Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara. Dalam prosesi tersebut, syal PBB disematkan di atas peti jenazah sebagai simbol penghormatan.
Malam itu di Cengkareng, prosesi pelepasan militer berlangsung khidmat. Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak bertindak sebagai inspektur upacara.
Usai prosesi, ambulans yang membawa jenazah bergerak perlahan meninggalkan bandara. Ketiganya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Bandung dan Yogyakarta, untuk dimakamkan dengan kehormatan terakhir sebagai pahlawan bangsa.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu


