TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Isu Gedung Pemuda Mengemuka Di Diskusi KNPI Tangsel

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 06 April 2026 | 07:15 WIB
KNPI Kota Tangsel bersama para calon Kadispora Tangsel saat gelar uji publik.
KNPI Kota Tangsel bersama para calon Kadispora Tangsel saat gelar uji publik.

SERPONG-Dinamika kepemudaan di Kota Tangsel mengemuka dalam forum “Halal Bihalal & Uji Publik Calon Kadispora Tangsel” yang digelar DPD KNPI Kota Tangsel. Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi Idul Fitri, tetapi juga menjadi ruang adu gagasan dua kandidat calon Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Tangsel 2026.

 

Bertempat di Gedung Layanan Informasi, Serpong, Kamis (2/4), acara ini mengusung tema “Menguatkan Kolaborasi, Menguji Kapasitas: Menakar Kepemimpinan Dispora Tangsel Masa Depan”. Dua kandidat yang menjadi sorotan utama dalam forum ini adalah Budi Mulia dan Ucok A.H. Siagian. Keduanya memaparkan visi, misi, serta strategi dalam menjawab tantangan kepemudaan di Tangsel.

 

Diskusi turut diperkaya oleh kehadiran panelis dari berbagai latar belakang, seperti Luthfi Hasanal Bolqiah sebagai akademisi dan pengamat kebijakan publik, Idral Mahdi selaku Wakil Ketua PWI Kota Tangsel, serta Buswin Wiryawan sebagai praktisi hukum dan pengamat kepemudaan.

 

Selain itu, berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Tangsel juga hadir untuk memberikan pandangan sekaligus mengawal jalannya diskusi. Dalam sesi pemaparan, Budi Mulia memperkenalkan konsep “Gerbang, Gerak, Gandeng, dan Jaga” sebagai arah kebijakan yang akan diusungnya.

 

Ia menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan dan olahraga sebagai fondasi mencetak atlet berprestasi. “Pelajar adalah sumber lahirnya atlet masa depan. Sistem harus mampu menjaga keseimbangan antara prestasi dan pendidikan,” ujar Budi.

 

Ia juga menyoroti banyaknya aset gedung milik pemerintah di Tangsel yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi menjadi ruang kreativitas pemuda.

 

Sementara, Ucok A.H. Siagian memaparkan visi “JUARA” yang menitikberatkan pada jejaring dan kolaborasi lintas sektor.

 

Ucok juga menawarkan konsep sport tourism sebagai alternatif pengembangan pemuda berbasis kolaborasi dengan pihak luar, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Memasuki sesi diskusi, isu pembangunan Gedung Pemuda menjadi topik utama yang mengemuka.

 

Ketua DPD KNPI Kota Tangsel, Sopian Hadi Permana menyampaikan, kritik tegas terkait lambannya realisasi pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, Gedung Pemuda memiliki peran strategis sebagai pusat konsolidasi dan pengembangan ide-ide kreatif generasi muda.

“Gedung Pemuda bukan sekadar bangunan, tapi ruang hidup bagi ekosistem pemuda. Jangan terus terjebak pada alasan kajian,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian dan kemauan politik untuk merealisasikannya.

 Selanjutnya, Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Sulistyawan menyoroti ketimpangan dalam pembinaan pemuda.

 Ia menilai perhatian Dispora selama ini lebih banyak tertuju pada pemuda berprestasi di bidang olahraga. "Padahal pemuda itu beragam, ada pemuda intelektual, akademisi, hingga sosial yang juga butuh ruang dan perhatian,” jelasnya.

 

Sulistyawan juga menekankan pentingnya kebijakan yang mampu menghubungkan potensi pemuda dengan kebutuhan pembangunan kota. Ia menambahkan, bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang lahirnya kebijakan yang visioner.

 

 Menanggapi berbagai masukan tersebut, kedua kandidat memberikan respons secara bergantian. Budi Mulia menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Gedung Pemuda dengan konsep yang produktif dan memiliki nilai ekonomi bagi pemuda.

 

Sedangkan, Ucok A.H. Siagian mendorong agar KNPI segera menyusun konsep teknis, termasuk desain dan kebutuhan ruang Gedung Pemuda. “Jika konsepnya sudah jelas, maka pengawalan pembangunan akan lebih mudah, termasuk dalam hal anggaran,” ujar Ucok.

 

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh kedua kandidat. Komitmen tersebut mencakup integritas dalam bekerja, prioritas pada kepentingan pemuda, serta dukungan terhadap pembangunan Gedung Pemuda sebagai pusat aktivitas kepemudaan di Tangsel.

 

Forum ini menjadi gambaran penting bahwa masa depan kepemudaan Tangsel membutuhkan kepemimpinan yang inklusif, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan seluruh elemen pemuda secara menyeluruh.

Dahlan Iskan
Pos Sebelumnya:
Agus Mustofa
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit