TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Aturan Ketat di Masjid Nabawi, Srikandi PPIH Siaga Layani Jemaah

Oleh: Rusmadi RM
Editor: AY
Senin, 27 April 2026 | 10:46 WIB
IPTU Elfi Ryany, Kepala Sektor 5 PPIH Daker Madinah. Foto : Ist
IPTU Elfi Ryany, Kepala Sektor 5 PPIH Daker Madinah. Foto : Ist

NABAWI - Tingginya intensitas ibadah di Masjid Nabawi membuat otoritas Arab Saudi menerapkan aturan ketat yang wajib dipatuhi seluruh jemaah, termasuk dari Indonesia. Di tengah situasi tersebut, petugas haji Indonesia bekerja tanpa lelah untuk memastikan jemaah tetap aman, nyaman, dan terhindar dari pelanggaran.


Kepala Seksi Khusus (Seksus) Nabawi Daker Madinah, Thoriq, menegaskan bahwa ketidaktahuan terhadap aturan tidak dapat dijadikan alasan untuk menghindari sanksi. Aparat keamanan setempat (askar) akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran, bahkan dengan pengawasan yang dilakukan secara terbuka maupun tersamar.


“Siapa pun yang melanggar pasti ditindak. Pengawasan sangat ketat, termasuk petugas yang tidak berseragam dan membaur dengan jemaah,” ujarnya.


Sejumlah larangan diberlakukan di area masjid, antara lain siaran langsung (live) di media sosial, pembuatan konten komersial, serta dokumentasi evakuasi medis atau jenazah. Jemaah juga dilarang membawa atribut organisasi, bendera, membuat kegaduhan, menggunakan pengeras suara, hingga merokok.


Pelanggaran ringan umumnya berujung pada pembinaan. Namun, pelanggaran berat seperti keributan atau tindakan asusila dapat diproses secara hukum. Bahkan, pelanggaran seperti merokok bisa dikenai denda hingga 400 riyal Saudi.


Untuk membantu jemaah tetap tertib, Tim Seksus Nabawi menyiagakan 68 personel di berbagai titik strategis. Mereka bertugas membantu akses ke Raudhah, menangani jemaah tersesat, hingga mengatasi kehilangan barang.


Di tengah ketatnya aturan tersebut, peran petugas haji Indonesia menjadi semakin krusial. Salah satu sosok yang menonjol adalah IPTU Elfi Ryany, Kepala Sektor 5 PPIH Daker Madinah, yang menjadi satu-satunya perempuan di jajaran pimpinan sektor tahun ini.


Elfi memimpin wilayah penginapan jemaah yang berjarak sekitar 500–600 meter dari masjid. Akses menuju lokasi bahkan harus melewati kawasan Masjid Ghamamah sebelum mencapai pelataran utama.


“Jarak bukan halangan. Yang penting jemaah tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.


Mengemban tanggung jawab besar di tengah dominasi pemimpin laki-laki, Elfi mengaku tertantang sekaligus termotivasi. Ia menegaskan bahwa profesionalisme tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh komitmen dan kerja sama tim.


Menurutnya, soliditas menjadi kunci dalam mengoordinasikan layanan lintas sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan, konsumsi, hingga perlindungan jemaah.


Salah satu tantangan yang sering muncul adalah jemaah tersesat setelah beribadah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Elfi menerapkan langkah sederhana namun efektif, yakni membagikan kartu identitas hotel kepada setiap jemaah.


“Jika tersesat, cukup tunjukkan kartu hotel, nanti akan dibantu kembali,” jelasnya.


Selain itu, koordinasi cepat antarpetugas dilakukan melalui komunikasi digital. Jika ada jemaah yang tercecer jauh dari lokasi, tim segera melakukan penjemputan menggunakan kendaraan operasional.


Sinergi antara penegakan aturan ketat oleh otoritas setempat dan kesiapsiagaan petugas Indonesia menjadi kunci kelancaran ibadah di Madinah. Dengan disiplin dan pelayanan maksimal, jemaah diharapkan dapat beribadah dengan tenang tanpa kendala berarti.


Di tengah padatnya aktivitas di Masjid Nabawi, kehadiran sosok seperti IPTU Elfi Ryany menjadi bukti bahwa dedikasi dan ketangguhan adalah fondasi utama dalam melayani tamu Allah.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit