Tangsel Siapkan Pelatih Muda Berkualitas Lewat Kursus Lisensi D
CIPUTAT — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tangsel menggelar Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Senin (27/4). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan pelatih muda berkualitas demi mendukung kemajuan sepak bola di daerah.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan kebutuhan pelatih berlisensi saat ini terus meningkat seiring berkembangnya kompetisi dan regulasi sepak bola nasional.
“Sekarang tidak bisa seperti dulu. Pelatih tanpa sertifikat tidak diperbolehkan. Semua harus memiliki lisensi kepelatihan. Bahkan di level amatir seperti Liga 4 Indonesia, minimal pelatih harus memiliki lisensi D,” ujarnya.
Menurut Pilar, regenerasi pelatih menjadi hal penting karena banyak pelatih senior yang mulai pensiun. Oleh karena itu, kursus lisensi D menjadi pintu awal bagi lahirnya pelatih-pelatih muda yang kompeten.
“Harapannya, dari Tangerang Selatan akan muncul pelatih-pelatih muda bertalenta dan berintegritas untuk memajukan sepak bola,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua Askot PSSI Tangsel, Erlangga Yudha Nugraha, menjelaskan kursus kali ini diikuti 30 peserta yang tidak hanya berasal dari Tangsel, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Subang hingga Kalimantan.
“Ini penyelenggaraan ketiga selama saya menjabat. Secara total, sudah ada sekitar 90 pelatih berlisensi D di Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Ia menilai kebutuhan pelatih berlisensi di Tangsel masih sangat tinggi. Bahkan, ke depan Askot PSSI Tangsel berencana memperketat aturan dengan mewajibkan seluruh pelatih, termasuk di Sekolah Sepak Bola (SSB), memiliki lisensi.
“Ke depan akan kita perketat. Pelatih di kompetisi maupun SSB harus berlisensi, karena standar sepak bola sekarang sudah mengarah ke profesionalisme,” tegasnya.
Erlangga menambahkan, dalam kursus ini para peserta dibekali materi terkait filosofi sepak bola Indonesia hingga perkembangan sepak bola modern yang terus berubah.
“Materinya lebih ke teori, termasuk filosofi permainan yang sesuai dengan perkembangan sepak bola saat ini,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, Tangsel mampu melahirkan pelatih berkualitas yang pada akhirnya berdampak pada lahirnya pemain-pemain potensial di level nasional.
“Semoga ke depan kita bisa mencetak pemain bertaraf nasional dari pembinaan yang baik, dimulai dari pelatih yang berkualitas,” tandasnya.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 4 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Selebritis | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu


