TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kejar Solusi Macet, Pemkab Tangerang Percepat Proyek MRT dan Koridor Timur–Barat

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 30 April 2026 | 08:17 WIB
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada acara MoU antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang. Foto : Ist
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada acara MoU antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang. Foto : Ist

TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong pengembangan transportasi massal guna mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas layanan mobilitas masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah percepatan pembangunan MRT serta proyek koridor timur–barat (East–West) yang direncanakan menghubungkan Balaraja hingga Cikarang.


Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mobilitas di kawasan aglomerasi yang terus meningkat.


Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa rencana pengembangan MRT di wilayahnya telah memasuki tahap awal. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.


“MoU antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang sudah dilakukan. Saat ini masing-masing konsultan tengah menyiapkan dan merancang pelaksanaan pembangunan,” ujar Maesyal Rasyid di Novotel BSD Serpong, Kecamatan Pagedangan, Rabu (29/4/2026).


Ia menjelaskan, skema pembiayaan proyek akan melibatkan pemerintah pusat serta pihak terkait lainnya. Selain itu, ketersediaan lahan milik pengembang di sejumlah titik dinilai dapat mempercepat realisasi proyek.


“Pembiayaan berasal dari pemerintah pusat dan pihak terkait lainnya. Kebetulan sebagian lahan juga milik pengembang, sehingga dapat mempermudah proses pembangunan,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan pihaknya tengah mengadvokasi pemerintah pusat agar proyek jalur East–West Balaraja–Cikarang dapat segera direalisasikan. Jalur ini dinilai krusial dalam menunjang mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.


“Jika dilakukan bertahap, setidaknya jalur Balaraja hingga Semanan bisa menjadi prioritas awal,” ujarnya.


Selain itu, Pemkab Tangerang juga mengusulkan pengembangan jalur MRT baru yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Rencananya, jalur tersebut akan terintegrasi dari Lebak Bulus menuju BSD, lalu berlanjut ke Lippo Karawaci hingga Citra Raya.


Menurut Erwin, kehadiran transportasi massal seperti MRT dan BRT diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Dengan adanya angkutan publik yang terintegrasi, mobilitas masyarakat akan menjadi lebih cepat dan efisien,” katanya.


Meski demikian, ia mengakui bahwa kajian teknis secara rinci, termasuk penentuan trase dan lokasi stasiun, masih belum dilakukan. Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah mendorong agar proyek tersebut masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
“Untuk teknis seperti penempatan stasiun masih membutuhkan studi kelayakan lebih lanjut,” jelasnya.


Selain pembangunan jalur utama, pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan transportasi pengumpan (feeder) guna mendukung konektivitas antarwilayah. Kehadiran feeder dinilai penting untuk memudahkan masyarakat menjangkau simpul transportasi publik.


“Jika MRT sudah beroperasi, feeder seperti BRT harus disiapkan agar akses masyarakat ke stasiun lebih mudah,” tambahnya.


Sebagai gambaran, jalur KRL double track Tanah Abang–Rangkasbitung yang melintasi Kabupaten Tangerang saat ini telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Namun, akses menuju stasiun masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi.


“Ke depan, skema kolaborasi dengan pengembang juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan. Ini sangat mungkin untuk dikaji lebih lanjut,” pungkas Erwin.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit