eFootball Indonesia Cup 2026 Jadi Panggung Lahirnya Talenta Baru Esports Sepak Bola Indonesia
SERPONG — Turnamen eFootball Indonesia Cup 2026 kembali digelar dan sukses menjadi magnet bagi para pecinta game sepak bola di Tanah Air. Ajang esports yang berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Summarecon Mall Serpong itu menghadirkan persaingan sengit dari berbagai kategori, mulai mobile hingga console, dengan peserta yang datang dari beragam daerah di Indonesia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, atmosfer kompetisi berlangsung meriah. Ribuan pengunjung memadati area pertandingan untuk menyaksikan laga-laga knockout hingga grand final yang berlangsung penuh tensi dan sorak dukungan penonton.
Salah satu pemain profesional dari tim ONIC, Philip Franc, mengaku antusias kembali tampil di Indonesia Cup tahun ini. Juara main event edisi sebelumnya itu berharap mampu mempertahankan dominasinya.
“So far aku enjoy banget karena tahun lalu juga ada Indonesia Cup dan aku berhasil jadi juara di main event. Semoga tahun ini bisa juara lagi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Philip menilai kehadiran turnamen resmi seperti Indonesia Cup sangat penting untuk perkembangan ekosistem eFootball Indonesia. Menurutnya, kompetisi terbuka seperti ini memberi peluang bagi pemain profesional maupun komunitas untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Sebagai pemain profesional maupun player komunitas pasti senang banget ada kompetisi seperti ini karena semua orang punya kesempatan untuk ikut,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan peserta kategori console asal Balikpapan, Malika. Ia menyebut Indonesia Cup menjadi wadah strategis dalam mencari bibit-bibit baru pemain eFootball Indonesia.
“Menurut saya event ini sangat bagus dan saya mengapresiasi karena bisa melahirkan pemain-pemain baru di Indonesia,” ujarnya.
Malika menjelaskan, seluruh peserta sebelumnya harus melewati tahap kualifikasi online selama beberapa hari sebelum bertanding langsung di Jakarta.
“Kami ikut kualifikasi online sekitar empat hari, setelah itu latihan seperti biasa untuk persiapan,” jelasnya.
Meski langkahnya harus terhenti di babak delapan besar, Malika tetap menganggap pengalaman tersebut sebagai modal berharga untuk perjalanan karier kompetitifnya di dunia eFootball.
Turnamen ini juga diramaikan kehadiran pemain internasional yang kini berkarier di Indonesia. Salah satunya pemain divisi console ONIC, Hassan Bajani, yang mengaku terkesan dengan kualitas dan atmosfer kompetitif pemain Indonesia.
“Indonesia punya banyak pemain profesional yang sangat bagus. Saya senang bisa bermain di depan banyak penonton,” ujarnya.
Pemain asal Iran tersebut berharap kompetisi eFootball di Indonesia semakin sering digelar karena dinilai memberi dampak positif bagi perkembangan pemain, komunitas, hingga sponsor esports.
“Akan lebih bagus jika ada lebih banyak kompetisi karena itu baik untuk pemain dan sponsor,” katanya.
Hassan juga menceritakan awal kariernya di dunia game yang dimulai sejak usia 10 tahun, ketika dirinya berhasil menjuarai kompetisi di Iran. Prestasi tersebut menjadi awal perjalanan hingga menjuarai berbagai turnamen internasional dan akhirnya direkrut menjadi pemain profesional ONIC.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan komunitas esports, eFootball Indonesia Cup 2026 dinilai menjadi salah satu turnamen sepak bola digital terbesar di Indonesia yang mampu mempertemukan pemain profesional dan komunitas dalam satu panggung kompetitif.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





