Obama Banggakan Kesepakatan Nuklir Iran 2015: “Tak Perlu Rudal dan Pertumpahan Darah”
AS - Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, kembali membela kesepakatan nuklir antara AS dan Iran yang tercapai pada 2015. Menurut Obama, perjanjian tersebut berhasil menekan program nuklir Teheran tanpa harus memicu perang maupun konflik besar di kawasan Timur Tengah.
Dilansir Al Jazeera pada Jumat (15/5/2026), Obama menegaskan bahwa kesepakatan itu mampu mengurangi secara signifikan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran. Ia menyebut keberhasilan tersebut juga didukung oleh penilaian intelijen Amerika Serikat dan Israel saat itu.
Dalam wawancara dengan CBS News�, Obama mengatakan diplomasi menjadi kunci utama keberhasilan perjanjian tersebut.
“Kita berhasil melakukannya tanpa menembakkan rudal,” ujar Obama.
Ia menambahkan, sekitar 97 persen uranium yang diperkaya Iran berhasil dikeluarkan melalui kesepakatan tersebut.
“Kita berhasil mengeluarkan 97 persen uranium yang diperkaya mereka,” lanjutnya.
Obama juga menepis anggapan bahwa perjanjian nuklir itu merupakan kegagalan. Menurutnya, kesepakatan tersebut justru membuktikan bahwa penyelesaian diplomatik dapat dicapai tanpa pertumpahan darah maupun ancaman terhadap jalur perdagangan energi dunia, termasuk Selat Hormuz.
“Tidak ada yang membantah bahwa itu berhasil. Dan kita tidak perlu membunuh banyak orang atau menutup Selat Hormuz,” tegas Obama.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 21 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu





