Iran Tunggu Keseriusan AS, Negosiasi Nuklir Bisa Dilanjutkan Kapan Saja
IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Teheran siap melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat kapan pun Washington menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang.
Dalam konferensi pers di New Delhi, Jumat (15/5/2026), Araghchi menyayangkan sikap Amerika Serikat yang dinilai justru melancarkan serangan di tengah proses diplomasi berlangsung.
“Ini sangat disayangkan,” ujar Araghchi seperti dikutip media Iran, Tasnim.
Menurut dia, Iran saat ini berada dalam situasi gencatan senjata yang masih rapuh. Namun, Teheran tetap berupaya mempertahankannya demi membuka jalan bagi penyelesaian melalui diplomasi.
“Tidak ada solusi militer untuk persoalan Iran,” tegasnya.
Araghchi menekankan, Iran tidak pernah tunduk pada tekanan, ancaman, maupun sanksi. Setelah 40 hari konflik berlangsung dan Amerika Serikat gagal mencapai tujuannya melalui agresi militer, Washington kembali menawarkan jalur negosiasi.
Meski demikian, Iran menilai hambatan terbesar saat ini adalah persoalan kepercayaan. Teheran mengaku sulit mempercayai Amerika Serikat karena kerap mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan.
“Setiap hari ada pesan baru dari Washington, dan sering kali saling bertolak belakang. Ini membuat Iran semakin ragu terhadap niat sebenarnya dari Amerika,” kata Araghchi.
Karena itu, lanjut dia, setiap poin dalam kesepakatan harus dirumuskan secara jelas, rinci, dan transparan agar dapat diterima kedua belah pihak.
Terkait isu nuklir, Araghchi kembali menegaskan bahwa program nuklir Iran selama ini bertujuan damai dan bukan untuk mengembangkan senjata nuklir. Ia mengingatkan bahwa Iran telah membuktikan komitmennya melalui penandatanganan kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015.
“Program nuklir Iran selalu bersifat damai. Kami siap membangun kepercayaan terkait isu nuklir,” ujarnya.
Soal material nuklir yang telah diperkaya, Araghchi mengakui isu tersebut masih menjadi pembahasan rumit antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, kedua negara untuk sementara sepakat menunda pembahasan isu itu ke tahap negosiasi berikutnya.
Ia juga menyebut Iran akan berkonsultasi lebih lanjut dengan Rusia terkait berbagai usulan penyelesaian yang mungkin ditawarkan Moskow.
Selain Rusia, Iran turut menyambut peran China dalam mendukung proses diplomasi. Araghchi menilai Beijing selama ini memainkan peran positif, termasuk dalam pemulihan hubungan Iran dan Arab Saudi.
“Teheran meyakini China memiliki niat baik dan akan menyambut setiap upaya yang mendukung diplomasi,” tuturnya.
Araghchi berharap kemajuan perundingan nantinya dapat menciptakan stabilitas kawasan, termasuk menjamin keamanan penuh di Selat Hormuz dan memulihkan lalu lintas maritim internasional seperti sediakala.
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


