Piala Dunia 2026 Jadi yang Termahal Sepanjang Sejarah, Fans Harus Rogoh Kocek Ratusan Juta
AS - Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi turnamen sepak bola termahal sepanjang sejarah. Tingginya harga tiket pertandingan, tarif hotel, hingga biaya penerbangan internasional membuat para penggemar harus menyiapkan dana fantastis hanya untuk menyaksikan langsung tim favorit mereka berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bagi sebagian fans, biaya perjalanan untuk menonton laga fase grup bahkan setara harga sebuah mobil baru. Kondisi ini membuat Piala Dunia yang selama ini dikenal sebagai pesta rakyat perlahan berubah menjadi hiburan eksklusif yang sulit dijangkau masyarakat kelas menengah.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga yang menyatukan dunia.
“Moto kami di FIFA adalah sepak bola menyatukan dunia. Sepak bola membawa orang-orang bersama dari seluruh penjuru planet ini,” ujar Infantino dalam acara di Miami.
Namun, semangat kebersamaan itu kini harus dibayar mahal. Harga tiket pertandingan disebut mencetak rekor baru, sementara lonjakan harga minyak dunia ikut mendorong kenaikan tarif penerbangan dan akomodasi di kota-kota tuan rumah.
Akibatnya, para penggemar yang ingin menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 harus merogoh kocek hingga ribuan dolar AS atau setara ratusan juta rupiah.
Fans asal São Paulo, Brasil, misalnya, diperkirakan perlu mengeluarkan sekitar USD 12.646 atau lebih dari Rp222 juta untuk menonton fase grup. Biaya tersebut mencakup tiket pertandingan, hotel, makanan, penerbangan, dan visa.
Sementara itu, penggemar dari London, Inggris, diprediksi membutuhkan sekitar USD 11.197 atau setara Rp196 juta. Fans dari Tokyo, Jepang, juga menghadapi biaya serupa, yakni sekitar USD 11.181.
Di sisi lain, penggemar asal Auckland, Selandia Baru, tercatat memiliki estimasi pengeluaran paling rendah dalam daftar tersebut, yakni sekitar USD 6.700 atau setara Rp117 juta.
Besarnya biaya yang harus dikeluarkan memperlihatkan bagaimana Piala Dunia kini bukan sekadar ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga telah berkembang menjadi hiburan premium dengan biaya yang semakin mahal.
Kondisi tersebut bahkan berdampak pada tingkat hunian hotel di sejumlah kota tuan rumah. Meski harga kamar melambung tinggi, okupansi dilaporkan belum sepenuhnya terisi karena banyak penggemar memilih membatalkan rencana perjalanan mereka.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


