TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Chi Cong Fan Medan BSD, Kuliner Legendaris Griya Loka yang Bertahan 10 Tahun

Oleh: Emir MG
Editor: AY
Senin, 18 Mei 2026 | 15:56 WIB
Aneka isian khas Chi Cong Fan di gerobak Pak Nur selalu jadi favorit pelanggan. Mulai dari cicong panjang berbahan tepung beras yang lembut, uyen talas yang gurih, cetove atau kue lobak dengan cita rasa khas, hingga lumpia isi bengkoang yang renyah dan segar. Semua dibuat dari bahan pilihan dan diolah fresh setiap hari. Foto : Emir MG
Aneka isian khas Chi Cong Fan di gerobak Pak Nur selalu jadi favorit pelanggan. Mulai dari cicong panjang berbahan tepung beras yang lembut, uyen talas yang gurih, cetove atau kue lobak dengan cita rasa khas, hingga lumpia isi bengkoang yang renyah dan segar. Semua dibuat dari bahan pilihan dan diolah fresh setiap hari. Foto : Emir MG

BSD — Kuliner khas Medan, Chi Cong Fan, masih menjadi favorit masyarakat di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Salah satu yang cukup dikenal berada di kawasan Griya Loka Sektor 1.2, yakni gerai Chi Cong Fan Medan BSD milik Pak Nur, pedagang asal Cilacap yang telah mempertahankan usahanya selama kurang lebih satu dekade.


Selama 10 tahun berjualan, Pak Nur tetap menjaga cita rasa dan kualitas makanan dengan menggunakan bahan-bahan segar yang diolah langsung setiap hari.


“Semua fresh langsung dibuat,” ujar Pak Nur saat ditemui Tangsel Pos.
Di gerainya, tersedia beragam menu khas yang menjadi favorit pelanggan. Mulai dari cicong panjang berbahan tepung beras, uyen berbahan dasar talas, hingga cetove atau kue lobak yang cukup populer di kalangan pecinta kuliner Medan.


“Yang putih lembaran itu namanya cicong panjang, terbuat dari tepung beras. Kalau yang bulat dari talas namanya uyen, terus yang kotak dari lobak namanya cetove atau biasa orang bilang kue lobak,” jelasnya.


Tak hanya itu, gerai tersebut juga menyediakan lumpia isi bengkoang sebagai pelengkap menu. Seluruh proses pembuatan dilakukan secara langsung, termasuk pengolahan talas yang dikupas, dicuci, lalu dicampur adonan tepung sebelum digoreng hingga renyah.


Dalam sehari, Pak Nur mengaku mampu menjual lebih dari 50 porsi. Menurutnya, sebagian besar pembeli merupakan pelanggan tetap yang sudah lama mengenal cita rasa Chi Cong Fan buatannya.


“Lumayan sudah viral, jadi banyak yang tahu dan banyak pelanggan lama juga yang datang,” katanya.


Ia menambahkan, makanan khas seperti Chi Cong Fan memang memiliki penggemar tersendiri, terutama di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa yang sudah akrab dengan sajian tersebut.


Menu yang paling direkomendasikan di gerainya tentu saja chi cong fan atau cicong panjang. Untuk harga, pembeli bisa membeli per piece seharga Rp5 ribu, sedangkan satu porsi lengkap berisi lima jenis menu dibanderol Rp23 ribu.


Berlokasi di kawasan Griya Loka Sektor 1.2 BSD, gerai Chi Cong Fan Medan BSD milik Pak Nur hingga kini masih menjadi salah satu destinasi kuliner khas Medan yang tetap eksis dan diminati masyarakat Tangerang Selatan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit