TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

RI Kecam Israel Cegat Kapal Misi Kemanusiaan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:29 WIB
Rombongan Kapal Internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Foto : Ist
Rombongan Kapal Internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Foto : Ist

JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.


Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa hingga saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditahan, di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.


Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI–Rumah Zakat.


“Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal misi kemanusiaan internasional di kawasan Mediterania Timur,” ujar Yvonne.


Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng masih terus diupayakan untuk dihubungi guna memastikan status kapal dan kondisi para awak di dalamnya.


Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan yang ditahan, serta menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.


“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” lanjut Yvonne.


Sejak awal, Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan para WNI serta mempercepat proses pemulangan jika diperlukan.


Selain itu, Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI dan menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan pemulangan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit