Purbaya: Modal Asing Masih Deras Masuk, Inflow SBN dan SRBI Tembus Rp84,5 Triliun
Menkeu minta publik tidak terpaku pada tekanan di pasar saham, karena minat investor asing terhadap instrumen keuangan Indonesia tetap kuat
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan arus modal asing ke Indonesia masih menunjukkan tren positif meski pasar saham mengalami tekanan. Aliran dana investor global tercatat tetap deras masuk, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya untuk menjawab keraguan sejumlah pihak terhadap prospek perekonomian nasional di tengah gejolak pasar keuangan. Menurutnya, pemerintah terus menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.
“Ini menjawab keraguan banyak orang. Optimisme terhadap perekonomian Indonesia masih ada. Jangan hanya melihat satu sisi pemberitaan. Inflow ke SBN dan SRBI masih sangat signifikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Purbaya menjelaskan, pada kuartal pertama 2026, kinerja SBN dan pasar saham sama-sama mengalami pelemahan, sementara SRBI menjadi satu-satunya instrumen yang mencatat kenaikan. Memasuki kuartal kedua, SBN mulai menunjukkan pemulihan, SRBI terus menguat, sedangkan pasar saham masih berada dalam tren penurunan.
Data yang dipaparkan Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa hingga 3 Juni 2026, total arus modal asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp60,9 triliun. Kontributor terbesar berasal dari SRBI dengan inflow sebesar Rp70,1 triliun, disusul SBN sebesar Rp14,4 triliun.
Di sisi lain, pasar saham masih mencatat arus keluar modal asing (outflow) sebesar Rp23,5 triliun. Meski demikian, Purbaya menilai besarnya aliran dana yang masuk ke SBN dan SRBI menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan investor asing masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, terutama pada instrumen yang menawarkan stabilitas dan imbal hasil kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kalau dilihat secara keseluruhan, modal asing masih masuk ke Indonesia. Ini menunjukkan kepercayaan terhadap ekonomi kita tetap kuat,” tegasnya.
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 13 jam yang lalu
Ekonomi Bisnis | 9 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



