Remaja Asal Cipayung Berjuang Dari Meningitis Sejak Bayi
CIPUTAT-Akhdan Haidar, remaja berusia 17 tahun di Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berjuang melawan dampak penyakit meningitis sejak usia 40 hari. Keluarga tak pernah lelah mendampingi pengobatan dan perawatan Akhdan.
Pada Selasa (23/6), Anggota DPRD Kota Tangsel Ahmad Andi Wibowo didampingi Lurah Cipayung Dini Nurlianti berkunjung ke kediaman Akhdan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada Akhdan serta keluarganya yang selama bertahun-tahun mendampingi proses pengobatan dan perawatan sang anak.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut. Andi Wibowo berbincang langsung dengan keluarga Akhdan dan mendengarkan berbagai cerita mengenai perjalanan panjang yang telah mereka lalui.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Akhdan tetap menjalani kesehariannya dengan semangat. Keteguhan itu menjadi perhatian khusus bagi Andi Wibowo yang menilai dukungan sosial sangat penting bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian hidup.
Menurut Andi Wibowo, kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus menjadi perhatian bersama. “Kesehatan adalah bagian terpenting dalam kehidupan. Karena itu, kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujar pria akrab disapa Gus Andi ini.
Ia menegaskan, bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga serta diperkuat di tengah kehidupan masyarakat.
Politisi PKB itu mengatakan, kehadiran wakil rakyat tidak hanya diwujudkan melalui kerja-kerja kelembagaan, tetapi juga dengan hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar dan merasakan persoalan yang mereka hadapi.
“Menjadi wakil rakyat bukan hanya soal menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga memastikan kehadiran negara dapat dirasakan oleh masyarakat hingga tingkat paling bawah,” katanya.
Gus Andi menilai, semangat gotong royong harus terus dibangun agar masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa berjalan sendiri. “Pemerintah harus hadir dan bergotong royong menyalakan semangat kebersamaan. Ketika masyarakat merasa diperhatikan, maka harapan akan selalu tumbuh,” tuturnya.
Ia juga mengaku, bahwa senyum dan kebahagiaan masyarakat menjadi energi tersendiri dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
“Inilah berkah menjadi wakil rakyat. Senyum masyarakat adalah doa, sementara kesehatan dan kesejahteraan mereka menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengabdi,” ungkapnya.
Sementara, keluarga Akhdan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus hadir untuk membantu perjuangan Akhdan menjalani kehidupan sehari-hari.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



