Kapolres Gandeng Forum Pondok Pesantren, Cegah Tawuran & Bangun Generasi Berkarakter
SERPONG-Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Boy Jumalolo mempererat sinergi dengan kalangan pondok pesantren (Ponpes) melalui kegiatan silaturahmi bersama Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kota Tangsel, Selasa (7/7). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu dihadiri sejumlah pengasuh pondok pesantren, di antaranya Aditya Warman dari Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Ghontori, IU Fan dari Pondok Pesantren Qod Kafa, Suhaemi dari Pondok Pesantren Al-Matin, serta Angga dari Pondok Pesantren Darun Najah IX.
Silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya upaya menjaga kondusivitas wilayah Kota Tangsel.
Boy Jumalolo mengatakan, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi mitra strategis kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
“Pesantren memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu kami ingin terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan pengasuh pesantren untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Tangsel tetap aman dan kondusif,” kata Boy.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya potensi kenakalan remaja, termasuk aksi tawuran. Menurut Boy, persoalan tersebut tidak bisa ditangani hanya oleh aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Upaya pencegahan tawuran harus dilakukan secara bersama-sama. Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak dan remaja,” ujarnya.
Selain membahas kenakalan remaja, diskusi juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang semakin masif di kalangan generasi muda.
Boy menilai, literasi digital perlu terus diperkuat agar masyarakat, khususnya remaja, mampu memanfaatkan media sosial secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun konten negatif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan informasi yang positif, edukatif, dan mampu mempererat persatuan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Melalui silaturahmi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis di Kota Tangsel.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 17 jam yang lalu
Nasional | 3 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu






