TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kemarau Ekstrem Diduga Pengaruhi Kualitas Air, WTP Lakukan Perbaikan Besar-besaran

Reporter & Editor : Irma Permata Sari
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:26 WIB
WTP melakukan pengujian laboratorium sekaligus mengevaluasi bagian-bagian instalasi yang perlu diperbaiki. (TangselPos/irm)
WTP melakukan pengujian laboratorium sekaligus mengevaluasi bagian-bagian instalasi yang perlu diperbaiki. (TangselPos/irm)

TANGSEL. Penurunan kualitas air yang dikeluhkan masyarakat menjadi perhatian pengelola Water Treatment Plant (WTP). Sejumlah langkah perbaikan mulai dilakukan, mulai dari pemeliharaan peralatan pengolahan hingga pembenahan jalur distribusi air ke rumah warga.

 

Yusuf  mengatakan, salah satu faktor yang diduga memengaruhi perubahan kualitas air adalah kondisi kemarau ekstrem. Menurutnya, menyusutnya sumber air baku membuat kondisi air yang diolah membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

“Faktor penyebabnya ada beberapa, tetapi salah satu yang sangat memengaruhi adalah kemarau yang begitu ekstrem. Kondisi ini membuat air baku menyusut dan sudah sangat dekat dengan dasar,” kata Yusuf selalu manager Teknis.

 

Ia menjelaskan, pihak WTP telah melakukan pengujian laboratorium sekaligus mengevaluasi bagian-bagian instalasi yang perlu diperbaiki. Sejumlah peralatan yang masa pemakaiannya sudah cukup lama juga mulai diganti, meskipun sebagian masih dinilai layak digunakan.

 

“Peralatan yang pemakaiannya sudah di atas 50 persen kemarin sudah kita ajukan untuk diganti. Sekarang masih dalam proses pemesanan, sedangkan barang yang sudah datang mulai kita gunakan untuk perbaikan,” ujarnya.

 

Selain pembenahan peralatan, WTP juga merencanakan pengerukan atau pengurukan di area sumber air baku untuk mengatasi kondisi yang semakin dangkal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas air sebelum masuk ke proses pengolahan.

 

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam hasil pengujian air. Yusuf menyebutkan, berdasarkan pengujian yang dilakukan, sampel air di reservoir atau penampungan WTP menunjukkan angka E. coli sekitar 14 hingga 20, sedangkan sampel air yang diambil dari rumah warga pada hari yang sama dilaporkan mencapai lebih dari 900.

 

“Di reservoir kita, hasil uji laboratorium menunjukkan angka E. coli 16. Namun, pada sampel yang diambil dari rumah warga, angkanya bisa mencapai 900 sekian. Perbedaannya cukup signifikan,” ungkapnya.

 

Perbedaan hasil pengujian tersebut, lanjut Nanang, menjadi salah satu alasan pihaknya turut mencermati kondisi jalur distribusi air. WTP kini melakukan pemeliharaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada persoalan pada jaringan yang berpotensi memengaruhi kualitas air hingga sampai ke pelanggan.

 

Terkait warga yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga menjalani perawatan di rumah sakit, Yusuf  mengatakan pembahasan mengenai bentuk tanggung jawab manajemen bersama warga belum dilakukan. Untuk saat ini, pihaknya memprioritaskan perbaikan kualitas air dan penanganan sumber permasalahan.

 

“Untuk tanggung jawab, sejauh ini belum ada diskusi antara manajemen dan warga terkait hal tersebut. Yang kami fokuskan sekarang adalah memperbaiki kualitas air, terutama bagaimana agar E. coli bisa kembali ke angka nol seperti sebelumnya,” jelasnya.


Yusuf menambahkan, pihak WTP juga mulai menyampaikan perkembangan pekerjaan kepada masyarakat. Upaya perbaikan diharapkan dapat memulihkan kualitas air sehingga aman digunakan oleh pelanggan.

 

Meski demikian, hasil pengujian laboratorium dan penyebab pasti perbedaan kadar E. coli pada sampel air perlu menjadi dasar evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap sumber air baku, proses pengolahan, serta jaringan distribusi menjadi penting untuk memastikan penyebab kontaminasi dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit