TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dari Ruang Kelas ke Lapangan Hijau, Guru-guru Tangsel Ramaikan Dikbud Cup 3 di Paku Jaya

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 02 November 2026 | 12:05 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat memberikan sambutan dalam Gebyar Dikbud Cup 3 di Stadion Mini Paku Jaya, Serpong Utara, Senin (2/11).  (TangselPos/Rachman)
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat memberikan sambutan dalam Gebyar Dikbud Cup 3 di Stadion Mini Paku Jaya, Serpong Utara, Senin (2/11). (TangselPos/Rachman)

SERPONG UTARA – Sejenak meninggalkan rutinitas di ruang kelas, para guru dan tenaga kependidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berkumpul di lapangan hijau Stadion Mini Paku Jaya, Serpong Utara, Senin (2/11). 

 

Mereka ambil bagian dalam Gebyar Dikbud Cup 3 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel.

 

Tak sekadar beradu kemampuan mengolah si kulit bundar, kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus menjaga kebugaran di kalangan tenaga pendidik dan kependidikan.

 

Sebanyak delapan tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Tujuh tim merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan, sementara satu tim lainnya berasal dari Dindikbud Tangsel. Peserta terdiri dari tenaga pendidik hingga operator di berbagai satuan pendidikan.

 

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan, Dikbud Cup menjadi ruang bagi para guru dan staf sekolah untuk membangun kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

 

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini penting untuk menjaga soliditas sekaligus memperkuat hubungan antartenaga pendidik di lingkungan pendidikan Tangsel.

 

Foto : Rachman/TangselPos

 

"Ini adalah momen untuk menjaga soliditas dan juga momen silaturahmi antar tenaga pendidik di Kota Tangerang Selatan supaya mereka ke depan juga tentu kita berharap bisa bekerja lebih produktif, bisa bekerja lebih baik lagi, dan bisa menjaga ritme konsolidasi yang baik bersama kawan-kawannya," ujarnya.

 

Pilar menilai, konsep fun football yang diusung dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para guru dan staf sekolah untuk berolahraga sekaligus merasakan atmosfer kompetisi secara menyenangkan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong budaya olahraga di kalangan tenaga pendidik.

 

Dia berpesan agar seluruh guru dan tenaga kependidikan terus memberikan pelayanan terbaik dalam dunia pendidikan. Sebab, kemajuan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan Tangsel tidak terlepas dari peran mereka.

 

"Kemajuan sumber daya manusia, peningkatan mutu pendidikan ada di tangan Bapak Ibu semua ke depannya," pesannya.

 

Sementara, Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengatakan, Dikbud Cup merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan pegawai pendidikan dari berbagai kecamatan.

 

Menurutnya, sepak bola dipilih karena merupakan olahraga yang dekat dengan masyarakat dan melibatkan banyak peserta. Dengan begitu, interaksi dan kebersamaan antarpeserta dapat terbangun lebih kuat.

 

Foto : Rachman/TangselPos

 

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjaga sportivitas. Menang penting, tapi sportivitas lebih penting. Yang menang disyukuri, bagi yang belum beruntung ini menjadi bahan evaluasi," katanya.

 

Deden berharap, Dikbud Cup dapat kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih besar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada penambahan cabang olahraga agar semakin banyak tenaga pendidik yang terlibat.

 

Sekretaris Dindikbud Tangsel, Billy, menambahkan, Dikbud Cup 3 dikemas dalam turnamen satu hari. Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi sebelum memasuki babak gugur yang dimulai dari empat tim terbaik.

 

Setiap pertandingan berlangsung sekitar 20 menit. Durasi tersebut disesuaikan dengan konsep kegiatan yang lebih mengutamakan kebersamaan dan kesenangan dalam berolahraga.

 

"Yang terpenting adalah agar kita bisa lebih kompak. Yang kedua, menjaga kebugaran. Karena dalam sepak bola itu banyak praktik baik dan hal baik yang bisa kita implementasikan dalam kehidupan dan pelayanan sehari-hari," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit