Puskeswan Pandeglang Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Daerah dalam Menjaga Kesehatan Hewan
PANDEGLANG - Kepala Puskeswan Pandeglang, Ade Setiawan menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan hewan memiliki peran strategis dalam menjaga kesiapsiagaan daerah terhadap risiko penyakit hewan, termasuk penyakit hewan menular strategis.
Menurut Ade, pelayanan kesehatan hewan tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika kasus muncul, tetapi juga mencakup upaya deteksi dini, pencegahan, serta pemantauan kondisi kesehatan hewan secara berkelanjutan di lapangan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sektor peternakan dan melindungi masyarakat dari potensi dampak yang lebih luas.
“Dari pelayanan sehari-hari di Puskeswan, kami melihat bahwa menjaga kesehatan hewan sejatinya merupakan bagian dari menyiapkan kesiapsiagaan daerah. Penyakit tidak selalu datang dengan tanda yang jelas, sehingga kewaspadaan harus dibangun sejak awal,” ujar Kepala Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan data pelayanan kesehatan hewan pada 2025, sebagian besar kasus yang ditangani di Kabupaten Pandeglang masih didominasi oleh penyakit yang berkaitan dengan manajemen pemeliharaan dan lingkungan, seperti cacingan, scabies, abses, dan pneumonia. Sementara itu, beberapa penyakit hewan menular strategis tercatat muncul secara terbatas dan masih dalam kondisi terkendali.
Ade menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pelayanan kesehatan hewan yang berjalan saat ini telah berperan dalam menjaga situasi tetap stabil. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa stabilitas tidak boleh dimaknai sebagai kondisi tanpa risiko. “Penyakit hewan bersifat dinamis dan dapat muncul kembali apabila kewaspadaan menurun. Karena itu, pencegahan dan respons cepat tetap menjadi kunci,” katanya.
Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan melalui peningkatan sumber daya manusia kesehatan hewan, penguatan kelembagaan Puskeswan, serta pemenuhan kebutuhan operasional yang memadai. Menurutnya, penanganan penyakit hewan menular strategis memerlukan kesiapan daerah agar tindakan awal dapat dilakukan tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah pusat.
“Pelayanan kesehatan hewan merupakan pelayanan kesehatan pilihan, tetapi dampaknya sangat besar. Dengan dukungan kebijakan dan anggaran daerah yang memadai, Puskeswan dapat bergerak lebih cepat dan efektif dalam mencegah serta mengendalikan penyakit,” tutupnya.(*)
Olahraga | 6 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 17 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu


