Gempa Darat M5,5 Pacitan Jawa Timur, Getaran Terasa Hingga Bali
JAWA TIMUR - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan analisis geologi kejadian gempa di Pacitan, Jawa Timur pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20.44 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,14 LS – 111,33 BT di Timur Laut Pacitan. Gempa ini memiliki magnitudo M 5,5 dengan kedalaman hiposenter 105,0 km.
Berdasarkan data GFZ (GeoForschungsZentrum), episenter gempa bumi berada pada koordinat 8,041 LS – 111,355 BT dengan magnitudo M 5,73 pada kedalaman hiposenter 125,4 km.
Kondisi Geologi & Penyebab Gempa
Lokasi episenter gempa bumi terletak di darat. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, dan pegunungan. Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas batuan gunungapi berumur tersier, batuan sedimen berumur tersier, batuan karbonat berumur tersier, dan batuan sedimen berumur kuarter.
"Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi," jelas PVMBG.
Berdasarkan data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak) dan Kelas Tanah D (tanah sedang). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
Berdasarkan parameter sumber, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sumber gempa bumi yang berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia, atau merupakan gempa bumi intraslab.
Sumber gempa bumi ini mempunyai orientasi relative barat-timur dengan mekanisme sesar naik dan sedikit komponen sesar geser menganan.
Dampak Gempa Bumi
Sampai saat ini, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dengan kedalaman menengah, sehingga akan dirasakan pada wilayah yang luas.
Berdasarkan informasi dari situs BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitas sebesar III MMI, di Madiun, Jember, Mojokerto, Denpasar, Kuta, dan Karangasem sebesar II-III MMI, serta di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Pasuruan, Semarang, dan Mataram sebesar II MMI.
Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi. "Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami," tegas PVMBG.
Rekomendasi
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi. Masyarakat diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi. Serta menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.
Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa demi menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


