TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Lumpuh, Negara-negara Diminta Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 15 Maret 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto : Ist
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto : Ist

AS– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan sejumlah negara akan mengerahkan kapal perang guna membantu menjaga keamanan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

 

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

 

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan negara-negara yang bergantung pada jalur perdagangan energi di kawasan itu akan bekerja sama dengan militer Amerika untuk memastikan selat tetap aman dilalui kapal.

 

Menurutnya, negara seperti China, France, Japan, South Korea, dan United Kingdom diharapkan turut berpartisipasi dalam misi pengamanan tersebut.

 

Trump juga mengklaim operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat telah melumpuhkan kemampuan militer Iran. Meski demikian, ia menilai Teheran masih berpotensi melakukan gangguan terbatas di perairan sekitar selat.

“Walaupun kekuatan militernya telah dihancurkan, mereka masih bisa mencoba mengganggu dengan drone, ranjau laut, atau rudal jarak pendek,” ujar Trump.

 

Ia menegaskan Washington siap mengambil langkah militer tambahan bila diperlukan untuk memastikan jalur pelayaran internasional tersebut tetap terbuka. Trump bahkan memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu melancarkan serangan besar terhadap posisi Iran di sepanjang garis pantai jika ada ancaman terhadap lalu lintas kapal.

 

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Kawasan ini menjadi rute utama ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk seperti Saudi Arabia, Iraq, United Arab Emirates, Qatar, dan Kuwait menuju pasar global.

 

Diperkirakan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia—setara kurang lebih 20 juta barel per hari—melewati selat sempit tersebut. Jika jalur ini terganggu, dampaknya dapat memicu lonjakan harga energi global yang berpotensi menyeret kenaikan harga barang, pupuk, hingga bahan pangan di berbagai negara.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit