TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Makna dan Filosofi Hari Raya Nyepi 2026

Reporter & Editor : AY
Kamis, 19 Maret 2026 | 10:36 WIB
Suasana Bandara Bali I Gusti Ngurah Rai terlihat sepi di Hari Raya Nyepi. Foto : Ist
Suasana Bandara Bali I Gusti Ngurah Rai terlihat sepi di Hari Raya Nyepi. Foto : Ist

BALI - Hari Raya Nyepi merupakan momen sakral bagi umat Hindu untuk menyucikan diri lahir dan batin sekaligus menandai Tahun Baru Saka 1948. Pada tahun 2026, Nyepi jatuh pada 19 Maret dan menjadi waktu refleksi, keheningan, serta pembaruan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

 

Selama Nyepi, seluruh aktivitas di Bali dihentikan. Suasana menjadi sunyi sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan Sang Pencipta. Umat Hindu menjalankan empat pantangan utama, yaitu tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).

 

Nyepi juga mencerminkan ajaran Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Melalui keheningan ini, diharapkan tercipta kedamaian dan keharmonisan hidup.

 

Rangkaian Nyepi diawali dengan upacara Melasti untuk penyucian diri, dilanjutkan Tawur Agung Kesanga sebagai permohonan keselamatan, dan ditutup dengan Ngembak Geni yang menjadi momen saling memaafkan.

 

Lebih dari sekadar tradisi, Nyepi adalah pengingat untuk hidup sederhana, menjaga keseimbangan, serta memberi ruang bagi refleksi diri dalam menjalani kehidupan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit