TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Sikapi Insiden Bupati Lebak dan Wakilnya, Begini Pendapat Akademisi Universitas Pamulang

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Rabu, 01 April 2026 | 21:24 WIB
Deni Permana, akademisi Universitas Pamulang.(Dok. Pribadi)
Deni Permana, akademisi Universitas Pamulang.(Dok. Pribadi)

LEBAK - Peristiwa memanasnya suasana dalam acara halalbihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Senin (30/3/2026), yang melibatkan Bupati Mochammad Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan Wakil Bupati Amir Hamzah, mendapat berbagai respons dari publik.

 

Akademisi Universitas Pamulang,  Deni Permana menilai, bahwa peristiwa tersebut perlu dilihat secara jernih dan proporsional, tidak semata-mata sebagai konflik personal, tetapi juga dalam konteks dinamika komunikasi dalam organisasi pemerintahan.

 

Menurutnya, forum resmi seperti halalbihalal pada dasarnya merupakan ruang sosial yang memiliki fungsi mempererat hubungan kerja dan membangun suasana kebersamaan di antara aparatur pemerintahan.

 

Namun, dalam praktiknya, dinamika komunikasi yang terjadi di ruang publik tidak selalu dapat sepenuhnya dikendalikan. “Dalam setiap organisasi, termasuk pemerintahan daerah, perbedaan persepsi dan respons adalah hal yang wajar. Yang menjadi penting adalah bagaimana mekanisme internal mampu mengelola dinamika tersebut secara konstruktif,” ujar Deni, Rabu (1/4/2026).

 

Ia juga menambahkan, bahwa baik pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi maupun respons yang muncul setelahnya perlu dipahami dalam kerangka etika jabatan dan profesionalitas birokrasi. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus stabilitas internal organisasi.

 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peristiwa seperti ini dapat menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pola komunikasi kelembagaan, termasuk membangun ruang dialog yang lebih terbuka namun tetap berlandaskan pada norma dan etika birokrasi.

 

“Pendekatan yang mengedepankan klarifikasi, komunikasi terbuka, dan penyelesaian secara internal akan lebih konstruktif dibandingkan memperpanjang polemik di ruang publik,” tambahnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit