TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan ke Jepang dan Korea Selatan, Bawa Komitmen Investasi Rp575 Triliun

Reporter & Editor : AY
Kamis, 02 April 2026 | 09:05 WIB
Presiden Prabowo tiba kembali di Tanah Air usai lawatan ke Jepang dan Korsel. Foto : Ist
Presiden Prabowo tiba kembali di Tanah Air usai lawatan ke Jepang dan Korsel. Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air usai merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 23.55 WIB.

 

Kedatangan Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.

 

Selama berada di Jepang, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, termasuk kunjungan kehormatan kepada Kaisar Naruhito dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Selain itu, Presiden juga menghadiri forum bisnis Indonesia–Jepang yang menghasilkan komitmen kerja sama senilai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,7 triliun.

 

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan kemitraan komprehensif Indonesia–Republik Korea ke level yang lebih tinggi.

 

Dari lawatan di Negeri Ginseng, tercatat penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antar pemerintah serta 17 MoU antar pelaku bisnis kedua negara, dengan total nilai mencapai 10,268 miliar dolar AS atau sekitar Rp174 triliun.

 

Secara keseluruhan, kunjungan kenegaraan ke dua negara tersebut menghasilkan total komitmen investasi sekitar Rp575 triliun. Pemerintah menilai capaian ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Asia.

 

Selain mempererat hubungan bilateral, besarnya komitmen investasi ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap seluruh kesepakatan tersebut dapat segera direalisasikan guna mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit