Dua Ruang Kelas SDN Kutakarang 3 Terancam Ambruk
Akibat Bencana Pergerakan Tanah
PANDEGLANG - Dua ruang kelas SDN Kutakarang 3, di Kampung Cinibung, Desa Kutakarang, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, mengalami rusak berat dan terancam ambruk. Kondisi itu akibat adanya bencana pergerakan tanah.
Diketahui, padahal dua ruang kelas itu merupakan bangunan baru dibangun pada Tahun 2024 lalu, bantuan dari APBN yang pelaksana pengerjaannya dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten.
Salah seorang guru SDN Kutakarang 3, Ade mengungkapkan, ruang kelas yang mengalami rusak berat itu kelas 3 dan kelas 4. “Jadi, sebetulnya sejak bulan Januari 2026 sudah mulai ada retakan-retakan kecil di dua ruang kelas itu, dan akhirnya rusak parah pada Senin 30 Maret 2026 lalu,” kata Ade, Minggu (5/4).
Dia menjelaskan, bahwa kerusakan yang terjadi pada bagian dinding, jendela, dan plafon kelas 3 dan kelas 4. Saat ini katanya lagi, kondisi tingkat kerusakan semakin parah.
“Pas retakan pertama, siswa kami langsung evakuasi ke gedung bekas dapur dan ruang perpustakaan. Jadi untuk dua ruang kelas ini dikosongkan,” katanya.
Bangunan ruang kelas ini sebetulnya, bangunan baru yang diresmikan pada Oktober 2024 lalu. Sudah satu tahun ajaran berjalan masih bagus kondisinya.
“Tapi karena mungkin tanah yang labil serta kemarin itu curah hujan yang tinggi, akhirnya terjadilah pergeseran tanah ini. Dan dari pihak sekolah sudah melaporkan kerusakan ini ke pihak kontraktor dan sudah sempat diperbaiki sebanyak 2 kali namun kembali rusak akibat tanah yang labil, dan kontraktor akhirnya menyarankan untuk dipotong agar ruangan yang lain tidak ikut terdampak,” jelasnya
Jadi lanjutnya, nanti dua ruang kelas akan dibongkar untuk merembet ke kelas lain. Bangunan baru itu memiliki 6 ruang kelas. “Dua ruang kelas rusak berat dan akan dibongkar, untuk menghindari ruangan lain,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Wawan Munawar membenarkan, kejadian tersebut. Katanya, awalnya sudah terindikasi pergerakan tanah.
“Informasi kita terima dari pihak sekolahnya. Lalu pergerakan tanah melebar hingga menyebabkan dua ruang kelas rusak berat,” kata Wawan.
Dia mengungkapkan, kondisi kerusakannya cukup parah, mulai dari dinding tembok ruang kelas belah dan lantainya amblas. “Untuk menghindari hal tak diinginkan, maka dua ruang kelas itu dikosongkan di bulan Januari 2026 kemarin,” katanya.
Adapun bangunan sekolah katanya lagi, merupakan bangunan baru bantuan Kementerian PU melalui BPPW Banten. “Sekolah itu dibangun tahun 2024, yang membangunnya orang-orang Balai, bersumber dari APBN. Kita juga baru menerima informasi sejauh ini, kita hanya mengimbau kepada pihak sekolah agar ruangan jangan digunakan,” tandasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


