TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pemerintah Jamin Pasokan LPG Stabil, Stok Nasional Lebih dari 10 Hari

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 10 April 2026 | 09:50 WIB
Pengisian Elpiji Melon. Foto : Ist
Pengisian Elpiji Melon. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintah memastikan cadangan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional berada dalam kondisi aman, dengan stok yang kini telah mencapai lebih dari 10 hari. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa masa sulit pasokan LPG telah terlewati sejak awal April 2026.

 

“Untuk LPG, kami sampaikan bahwa masa sulit sudah kita lewati sejak tanggal 4 April. Saat ini cadangan nasional sudah di atas 10 hari, dan akan terus bertambah dengan kedatangan pasokan berikutnya,” ujar Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

 

Ia juga memastikan bahwa konflik di kawasan Teluk, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz, tidak berdampak pada pasokan LPG Indonesia. Hal ini karena sumber impor LPG nasional berasal dari negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya.

 

Kondisi pasokan yang stabil turut dirasakan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Teguh, pegawai Agen Purnama Mita Utama di Bojongsari, Depok, menyebut distribusi LPG di wilayahnya berjalan lancar.

 

“Di sini aman. Biasanya kalau Depok sulit, daerah lain seperti Bogor dan Jakarta juga terdampak. Tapi sekarang stok tersedia dan distribusi lancar,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

 

Menurutnya, agen tersebut mampu menyalurkan sekitar 2.800 tabung LPG per hari ke 50 pangkalan. Pasokan dikirim menggunakan lima truk, masing-masing berisi 560 tabung. Harga jual pun tetap stabil di kisaran Rp 16 ribu per tabung.

Meski demikian, laporao

n kelangkaan LPG masih muncul di sejumlah daerah di Jawa Timur. Di Kabupaten Tuban, warga kesulitan mendapatkan LPG dalam beberapa hari terakhir. Sementara di Kabupaten Lumajang, kondisi serupa disebut telah berlangsung hingga tiga minggu.

 

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan harga LPG di wilayahnya sempat melonjak hingga Rp 35 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 18 ribu.

 

“Saya minta tidak ada pihak yang bermain-main dengan distribusi LPG 3 kilogram. Aparat harus bertindak tegas terhadap pelanggaran,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar memastikan pihaknya akan segera melakukan penindakan jika ditemukan pelanggaran.

 

Secara nasional, Bareskrim Polri mencatat sepanjang 2025 hingga April 2026 telah mengungkap 755 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG, dengan 672 tersangka. Potensi kerugian negara dari kasus tersebut

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit