Investor AS Akui Kekuatan Ekonomi RI, Purbaya: Fundamental Kita Solid
JAKARTA - Indonesia kembali mendapat pengakuan positif dari investor Amerika Serikat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Negara ini dinilai sebagai salah satu “titik terang” berkat fundamental ekonomi yang kuat dan stabil.
Penilaian tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, saat bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam agenda IMF Spring Meetings di Amerika Serikat.
Dalam pertemuan itu, IMF menyoroti bahwa ketidakpastian global masih akan berlangsung, dipicu oleh ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi. Meski demikian, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid.
Apresiasi serupa juga datang dari World Bank dan S&P Global Ratings. Keduanya menilai strategi fiskal Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan global, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, Indonesia memiliki fundamental fiskal yang kuat serta bantalan anggaran yang cukup untuk menghadapi risiko eksternal.
Ia juga menekankan bahwa berbagai penyesuaian kebijakan sejak tahun lalu berhasil meredam dampak guncangan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.
“IMF melihat kondisi ini secara positif, dan tentu akan menyampaikan kepada dunia negara-negara dengan kinerja terbaik,” ujar Purbaya.
Kepercayaan tersebut tercermin dari meningkatnya minat investor AS. Dalam pertemuan dengan sejumlah investor besar di New York dan Washington DC, mereka menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal di Indonesia.
Menurut Purbaya, pemerintah terus memperkuat komunikasi dengan investor guna menjelaskan arah kebijakan ekonomi nasional. Hal ini penting untuk menghapus keraguan sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Ia optimistis, jika pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,5 persen pada kuartal pertama dan tetap terjaga di kuartal berikutnya, maka arus investasi akan semakin meningkat.
Sementara itu, Perry Warjiyo menilai ketahanan ekonomi Indonesia ditopang oleh tiga faktor utama: kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics, Mohammad Faisal, menyebut predikat “titik terang” tidak lepas dari stabilitas berbagai indikator ekonomi, seperti pertumbuhan, inflasi, dan nilai tukar.
Ia menambahkan, inflasi Indonesia tetap terkendali meski tekanan global meningkat. Salah satu faktor utamanya adalah kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, sehingga tidak memicu lonjakan biaya transportasi dan harga pangan.
Meski begitu, Faisal mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap tekanan global yang masih berpotensi memengaruhi ekonomi domestik.
“Diperlukan kebijakan yang sinergis agar dampak global bisa terus diredam,” ujarnya.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu


