Evaluasi Ratusan Unit Layanan Publik, Pemkot Target 10 Besar Nasional
CIPUTAT-Ratusan unit penyelenggara pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dievaluasi. Penilaian tersebut dibahas dalam rapat teknis penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik yang digelar di Puspemkot Tangsel, Senin (15/6).
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, evaluasi dilakukan secara berkala karena pelayanan publik merupakan sektor yang sangat dinamis dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat setiap hari. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus dipantau dan diperbaiki agar tetap relevan dengan harapan warga.
Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam proses penilaian tersebut. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator yang menjadi standar nasional dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
“Kita melakukan penilaian kinerjanya, karena pelayanan publik itu sifatnya dinamis setiap hari, setiap saat. Bagi masyarakat Tangerang Selatan, pelayanan publik harus terus dievaluasi. Kita mengundang KemenPAN-RB karena ada sekitar 13 parameter dalam pelayanan publik yang menjadi ukuran untuk melihat sejauh mana plus minusnya,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, proses penilaian masih berlangsung dan mencakup ratusan unit pelayanan publik yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah. Penilaian tidak hanya dilakukan pada unit pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota, tetapi juga hingga tingkat kelurahan dan sekolah.
“Belum selesai, karena lebih dari ratusan operator pelayanan publik. Sampai ke sekolah dan kelurahan juga. Saat ini baru sebagian yang sudah dievaluasi,” katanya.
Benyamin mengungkapkan, hasil penilaian pelayanan publik tahun lalu menempatkan Kota Tangsel di peringkat 13 besar nasional. Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Tahun lalu kita masuk 13 besar nasional. Alhamdulillah berbagai kinerja yang kita lakukan selama ini sudah banyak mendapatkan apresiasi,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkot Tangsel tidak ingin cepat berpuas diri. Tahun ini, Benyamin menargetkan kualitas pelayanan publik Kota Tangsel mampu menembus jajaran 10 besar nasional. “Target saya masuk 10 besar nasional untuk pelayanan publik,” tegasnya.
Benyamin menilai, ukuran keberhasilan pelayanan publik pada akhirnya ditentukan oleh tingkat kepuasan masyarakat. Karena itu, evaluasi tidak hanya berfokus pada pemenuhan indikator administratif, tetapi juga pengalaman warga saat menerima pelayanan.
Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi yang dihadapi sehari-hari. Oleh sebab itu, pemerintah harus terus melakukan pembenahan agar kualitas layanan tetap terjaga.
“Intinya karena ini soal kepuasan masyarakat. Masyarakat puas menerima pelayanan itu yang harus diukur. Kepuasan itu relatif dan bisa berubah setiap saat. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan. Itu memang tugas pokok kita,” jelasnya.
Hasil penilaian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh unit pelayanan di lingkungan Pemkot Tangsel. Selain menjadi rapor kinerja, hasil evaluasi juga akan digunakan untuk menentukan bentuk apresiasi bagi para petugas pelayanan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik.
“Pelayanan publik, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat menjadi hal yang harus terus dievaluasi. Nanti hasilnya menjadi rapor bagi teman-teman semua. Saya juga berpikir untuk memberikan apresiasi atau insentif kepada operator-operator pelayanan publik yang ada di lapangan,” pungkasnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 jam yang lalu
Olahraga | 15 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



