TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Asyik Mandi Di Sungai Cisadane, Bocah Asal Kademangan Tenggelam Terseret Arus

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 27 Juli 2026 | 07:45 WIB
Proses pencarian korban tenggelam di Sungai Cisadane saat malam hari
Proses pencarian korban tenggelam di Sungai Cisadane saat malam hari

SETU-Bocah laki-laki berusia sekitar 13 tahun tenggelam di Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Sabtu (25/7). Korban diduga terpeleset saat mandi bersama teman-temannya hingga terbawa arus.

 

 Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dian Wiryawan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 14:40 WIB. Saat itu korban berenang atau mandi bersama sekitar enam orang rekannya di Sungai Cisadane.

 

 Diduga korban tidak dapat berenang dan terpeleset hingga masuk ke bagian sungai yang lebih dalam. Korban kemudian panik dan terseret derasnya arus sungai. Teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkannya.

 

 "Teman korban sempat berusaha menolong, tetapi kelelahan sehingga korban akhirnya hanyut terbawa arus sungai," ujar Dian.

 

 Laporan mengenai kejadian itu diterima BPBD Kota Tangsel sekitar pukul 19:10 WIB. Personel kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.

 

 Pada hari pertama, Tim SAR Gabungan menggelar briefing sebelum membagi sektor pencarian. "Tim kemudian melakukan penyisiran melalui jalur air menggunakan perahu karet BPBD dan penyisiran darat di sepanjang bantaran Sungai Cisadane dengan radius sekitar 500 meter dari titik korban diduga hanyut," paparnya.

 

 Memasuki hari kedua, Minggu (26/7), operasi pencarian dimulai sejak pukul 07:45 WIB dengan briefing pembagian tugas. Sekitar pukul 08:05 WIB, tim kembali menyisir aliran sungai menggunakan perahu serta melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai.

 

 Selanjutnya pada pukul 09:20 WIB dilakukan evaluasi melalui briefing kedua sebelum pencarian kembali dilanjutkan. Sekitar pukul 12:45 WIB, tim memperluas penyisiran hingga sekitar 4 kilometer menggunakan river boat. 

 

 "Pencarian juga dilakukan dengan metode blender menggunakan perahu LCR Mopel pada radius sekitar 1,5 kilometer," jelas Dian.

 

 Dian menjelaskan, perluasan area pencarian dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang diduga hanyut mengikuti arus Sungai Cisadane.

 

 Operasi pencarian hari kedua berakhir sekitar pukul 17:30 WIB. Namun hingga pencarian ditutup, korban masih belum ditemukan. "Pencarian hari kedua selesai sekitar pukul 17.30 WIB dengan hasil korban belum ditemukan," kata Dian.

 

 Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan sejumlah armada pencarian, di antaranya River Boat dan LCR Mopel milik BPBD Kota Tangsel, perahu Basarnas, perahu SAR MTA, serta perahu milik Mapala Achabuwana Universitas Pamulang untuk menyisir aliran Sungai Cisadane.

 

 Proses pencarian juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya banyaknya cadas batu di bawah permukaan sungai, arus bawah yang cukup deras, beberapa titik sungai yang dangkal, serta cuaca terik yang menyulitkan proses penyisiran.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit