TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dindikbud Kota Serang Masih Lakukan Kajian Relokasi SMPN 4 ke Ciracas

Iklan Rokok, Pusat Keramaian Hingga Lokasi Tidak Representatif Jadi Pertimbangan Relokasi

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Rabu, 02 September 2026 | 15:59 WIB
Sejumlah pedagang berjualan di SMPN 4 Kota Serang yang berada di Jalan Juhdi, Kota Serang, Rabu (2/9/2026).(Ari Supriadi-tangselpos.id)
Sejumlah pedagang berjualan di SMPN 4 Kota Serang yang berada di Jalan Juhdi, Kota Serang, Rabu (2/9/2026).(Ari Supriadi-tangselpos.id)

SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang masih melakukan kajian secara komprehensif terkait rencana relokasi SMPN 4 yang berada di Jalan Juhdi, Kota Baru ke Ciracas. Relokasi tersebut dilakukan agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang selama ini kurang representatif bisa jauh lebih representatif di lokasi baru dengan luas sekitar dua hektare.

 

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri menjelaskan, kebutuhan pelayanan pendidikan tentunya harus memadai dengan dilihat dari tiga perspektif. Perspektif pertama adalah adanya kelayakan institusional pendidikan. Perspektif kedua yakni Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang memungkinan SMPN 4 membuka banyak jalur dan perspektif ketiga adalah sekolah jangan terlalu berinteraksi dengan kerumunan, aktivitas jual-beli, paparan iklan rokok, dan lainnya yang bisa mereduksi pemikiran dan sikap siswa.

 

“Contoh misalkan lingkungan itu sarat dengan transaksi jual beli perdagangan, terus ada iklan-iklan (rokok, red), ada kondisi memungkinkan ketika di luar sekolah bukan malah memantik imajinasi mereka untuk menambah pengetahuan dan keilmuan, tapi justru mereduksi itu semua. Misalkan contoh lingkungan yang transaksional jual beli dan lain hal. Nah, kerumunan seperti itu ini pertimbangan Dinas Pendidikan,” terang Ahmad Nuri, Rabu (2/9/2026).

 

Setelah dirinya meninjau SMPN 4, ternyata sekolah yang berada di kawasan Royal Baroe dengan jumlah siswa sebanyak 1.05 orang dan guru 50 orang ini cukup tidak representatif. Mulai dari tidak adanya ruang terbuka hijau, tidak ada lapangan olahraga, ruang kelas yang padat, dan kondisi lingkungan sekolah yang tidak memungkinkan. Menurutnya, ke depan konsep pendidikan harus berinteraksi dengan alam dan lokasi baru di Ciracas dengan luas dua hektare cukup memungkinkan dibangun sekolah yang representatif.

 

Kemudian pertimbangan berikutnya adalah pertimbangan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Namun ternyata SMPN 4  belum masuk ODCB dan baru ada potensi. “Karena ODCB itu harus kajian dan itu harus melakukan pencatatan dan penetapan. Dan hari ini SMP 4 itu belum masuk dalam tingkat penetapan ODCB. Jadi memungkinkan tuh (untuk relokasi, red),” paparnya.

 

Soal kapan rencana relokasi, Nuri mengatakan, jika proses kajian selesai dan hasilnya memungkinkan untuk relokasi maka tahap berikutnya adalah pembangunan sekolah baru di Ciracas dan setelah selesai baru direlokasi. Pihaknya berkeinginan SMPN 4 ini menjadi role model sekolah unggulan di Kota Serang yang terintegrasi dengan alam dan berdekatan lokasinya dengan Kantor Dindikbud.

 

“Menurut saya di Ciracas lebih layak, mereka Gen Z perlu tempat-tempat yang teduh. Ketika mereka keluar lihat suasana yang rindang, suasana yang indah, tidak lihat keluar nanti ada penjualan ini, semrawut dan lain karena ada iklan-iklan rokok. Itu semuanya yang menurut saya, iklan rokok di sekitar-sekitar kan sah saja. Misalkan gini, seorang advertising, seorang pengusaha rokok, dia sah saja membuat iklan di sekitar pusat perdagangan, tapi di situ ada pusat pendidikan. Nah, ketika mereka keluar, itu kan juga memantik untuk mereka mencontohi rokok. Itu salah satunya proses pendidikan yang memang harus dijauhkan dari seperti itu,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit