TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemkab Pandeglang Kucurkan 407 Ribu Liter Air Bersih Di 53 Desa

Sepanjang Juni-Agustus Dilanda Musim Kemarau Panjang

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 02 September 2026 | 09:41 WIB
KUCURKAN AIR BERSIH. Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, didampingi Kepala BPBDPK, Kepala Diskomsantik dan jajaran lainnya, sedang mengucurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak musim kemarau di wilayah Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, beberapa waktu lalu. (DOK. PROKOPIM SETDA PANDEGLANG)
KUCURKAN AIR BERSIH. Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, didampingi Kepala BPBDPK, Kepala Diskomsantik dan jajaran lainnya, sedang mengucurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak musim kemarau di wilayah Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, beberapa waktu lalu. (DOK. PROKOPIM SETDA PANDEGLANG)

PANDEGLANG - Selama musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani terjun langsung mengucurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

 

Bahkan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, tercatat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sudah mendistribusikan air bersih untuk masyarakat terdampak sebanyak 407.000 liter.

 

Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menyatakan, sesuai perintah Bupati Pandeglang, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan melalui pendistribusian air bersih di sejumlah wilayah.

 

Dia mengungkapkan, terhitung dari periode Juni-Agustus 2026, pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 407.000 liter air bersih kepada 32.432 jiwa.

 

“Sesuai perintah Ibu Bupati, jumlah total bantuan air bersih yang kami distribusikan sampai saat ini mencapai 407.000 liter. Bahkan, Ibu Bupati Dewi juga terjun langsung di wilayah Kelurahan Juhut dan wilayah selatan dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat,” kata Riza, Selasa (1/9).

 

Jadi jelasnya, sampai saat ini ada 16 kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Cadasari, Pandeglang, Karangtanjung, Majasari, Patia, Picung, Sindangresmi, Munjul, Angsana, Cikeusik, Sukaresmi, Panimbang, Sobana, Cigeulis, Cisata, dan Kecamatan Koroncong.

 

“Pendistribusian air bersih kepada 32.432 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 9.154 itu, tersebar di 53 desa yang ada di 16 kecamatan yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, kondisi di 16 kecamatan tersebut masih mengalami kekeringan,” katanya.

 

Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang khususnya yang di wilayah terdampak musim kemarau, agar tidak menghambur-hamburkan air bersih.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi dampak kekeringan,” harapannya.

 

Apabila ada wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan, pihaknya meminta melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah desa setempat atau langsung kepada BPBDPK Pandeglang.

 

“Segera laporkan kepada pemerintah desa setempat atau BPBD Kabupaten Pandeglang agar dapat dilakukan penanganan sesuai kebutuhan. Ini emergency call BPBD Kabupaten Pandeglang 0811-383-112,” tandasnya.

 

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menegaskan, bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhan sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.

 

“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi. Air merupakan kebutuhan utama, sehingga pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Bupati Dewi.

 

Menurutnya, penyaluran bantuan sarana air bersih diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi solusi terhadap keterbatasan akses air bersih yang dirasakan warga.

 

“Pemkab Pandeglang, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat tertangani dengan baik,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit