TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers
Buntut Penganiayaan Anak Pegawai DJP

Sri Mulyani Copot Tugas Dan Jabatan Rafael Alun Trisambodo

Reporter: AY
Editor: admin
Jumat, 24 Februari 2023 | 12:26 WIB
(Foto : Istimewa)
(Foto : Istimewa)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencopot Rafael Alun Trisambodo (RAT), orangtua Mario Dandy Satrio (MDS), pelaku penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor terhadap Cristalino David Ozora alias David.

Rafael Alun dicopot dari tugas dan jabatan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Dalam rangka Kementerian Keuangan mampu melangsungkan pemeriksaan, mulai hari ini saudara RAT dicopot dari tugas dan jabatannya," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers digelar Jumat (24/2).

Keputusan ini didapatkan setelah Inspektorat Jenderal Kemenkeu menggelar pemeriksaan dalam beberapa waktu terakhir.

"Saya sudah menginstruksikan inspektorat jenderal untuk melakukan pemeriksaan harta kekayaan dalam hal ini kewajaran dari harta saudara RAT," sebut Sri Mulyani.

Dasar pencopotan dari jabatan struktural adalah pasal 31 ayat 1 PP 94 tahun 2021 mengenai disiplin pegawai negeri sipil. Sri Mulyani juga meminta seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memutuskan hukuman terhadap Rafael.

Saya minta seluruh proses pemeriksaan dilakukan detail dan teliti hingga kemudian bisa menetapkan tingkat hukuman disiplin yang kami dapat tetapkan," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Kanwil Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar David, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan GP Ansor.

"Perbuatan putra saya telah menyebabkan luka serius dan trauma mendalam. Saya selalu mendoakan kesembuhan Mas David," ucapnya dalam sebuah rekaman video, Rabu (23/4).

Rafael menerangkan, perbuatan yang dilakukan putranya urusan keluarganya secara pribadi, bukan atas nama institusi tempat dia bekerja. Rafael juga meminta maaf kepada jajarannya di Kementerian Keuangan.

"Karena dengan kejadian ini berpotensi menurunkan reputasi institusi dan kepercayaan publik yang telah dibangun selama ini," tutur Rafael.

Selain itu, Rafael menyinggung terkait harta kekayaannya yang belakangan menarik perhatian publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetorkannya ke KPK, harta kekayaan milik Rafael mencapai Rp 56 miliar.

Dia berjanji akan mengikuti seluruh prosedur dan pemeriksaan atas harta kekayaannya tersebut ke Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

Mario alias Dandy telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jakarta Selatan sejak Selasa (21/2). rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit