TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tak Pakai Operasi Militer Untuk Bebaskan Pilot Susi Air, Ini Alasan Panglima TNI

Reporter: AY
Editor: admin
Rabu, 05 April 2023 | 17:50 WIB
foto : Ist
foto : Ist

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyatakan, korps baju loreng bisa saja melakukan operasi militer untuk membebaskan pilot Susi Air, Kapten Philip Mehrtens. TNI memiliki alat dan prajurit profesional.

Namun, Yudo memilih menggunakan cara persuasif. Sebab, jika menggunakan cara militer, dia khawatir, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) akan menembak Philip. Imbasnya, TNI yang bakal dituduh membunuhnya.

"Apabila saya bebaskan dengan cara militer pasti nanti, saya sudah monitor dari pembicaraan, nanti kalau ketemu TNI bunuh saja ini, tembak saja ini, nah, nanti biar TNI yang dituduh membunuh pilot ini. Nah, saya nggak mau terjadi seperti itu," ujar Yudo kepada wartawan, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/4).

Selain itu, jika memilih opsi operasi militer, maka masyarakat akan menjadi korban.

Sehingga kita usahakan secara persuasif, mereka bisa kita bebaskan dengan aman, kondusif, dan masyarakat pun juga tidak terdampak, karena mereka (KKB) bersama-sama terus dengan masyarakat dengan anak-anak," ungkap mantan KSAL itu.
Dia melanjutkan, upaya persuasif itu melibatkan tokoh agama maupun tokoh masyarakat. Yudi menerangkan, tidak ada target untuk membebaskan pilot asal Selandia Baru. Sebab, lokasi penyanderaan ini cukup sulit ditempuh.

"Ya jadi tidak ada tenggat waktu membebaskannya, karena memang tempatnya, ini lain. Jadi penyanderaan ini lain dengan yang lain," jelas Yudo.
"Mereka yang mediasi ini kan untuk menuju ke daerahnya ini enggak gampang, bukan di daerah yang bisa ditempuh dengan kendaraan, mereka juga butuh berhari-hari untuk menuju ke tempatnya ini," imbuhnya.
KKB menyandera Philip setelah membakar pesawat milik maskapai Susi Air yang mendarat di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (7/2). Penyerangan tersebut dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya. 

Komentar:
Berita Terkini
Pemkot & PMI Sebar 14 Ribu Masker
TangselCity
9 menit yang lalu
Liverpool Dituntut Agresif
Olahraga
23 menit yang lalu
Tolic Bongkar Kekuatan Persija
Olahraga
27 menit yang lalu
Jerman Cetak Sejarah
Olahraga
37 menit yang lalu
Liga Champions
Olahraga
42 menit yang lalu
MotoGP: Lengan Marquez Baru 50 Persen
Olahraga
48 menit yang lalu
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit