TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Redakan Migrain Saat Puasa Tanpa Obat, Coba Terapi Rendam Kaki Air Hangat

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 03 Maret 2026 | 15:24 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG – Migrain kerap muncul saat menjalani ibadah puasa. Perubahan jadwal makan, kurangnya cairan, hingga pola tidur yang bergeser dapat memicu sakit kepala berdenyut yang mengganggu aktivitas harian. Meski begitu, keluhan ini tidak selalu harus diatasi dengan obat.

 

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Christy Efiyanti, menjelaskan bahwa terapi sederhana seperti merendam kaki dalam air hangat berpotensi membantu meredakan gejala migrain.

 

Menurutnya, studi terkait kompres hangat maupun perendaman kaki pada penderita migrain memang sudah ada, walau jumlah partisipannya masih terbatas. Dampaknya terhadap perubahan aliran darah menuju kepala pun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

 

Namun secara fisiologis, hidroterapi memiliki dasar ilmiah. Sensasi hangat pada kulit mampu merangsang serabut saraf bermielin berdiameter besar yang berperan dalam “mengalihkan” sinyal nyeri. Mekanisme ini dapat menekan impuls nosiseptif atau rangsangan nyeri yang lebih kecil, sehingga rasa sakit berkurang.

 

Air hangat juga diketahui membantu menurunkan aktivitas saraf simpatik sekaligus meningkatkan tonus vagal. Efek tersebut membuat tubuh lebih rileks dan pada sebagian penderita migrain dapat membantu meredakan keluhan.

 

Untuk praktiknya, air hangat dengan suhu sekitar 40 derajat Celsius dapat digunakan. Rendam kaki selama kurang lebih 20 menit, lalu keringkan dengan kain bersih setelah selesai. Jika ingin menambah efek relaksasi, beberapa tetes minyak lavender bisa dicampurkan ke dalam air. Terapi ini dapat dilakukan hingga lima kali dalam sepekan sebagai pendamping perawatan utama.

 

Meski relatif aman, metode ini lebih banyak diteliti pada kasus migrain, bukan jenis sakit kepala lain seperti tension headache. Karena itu, efektivitasnya untuk semua tipe sakit kepala belum dapat dipastikan.

 

Bagi penderita migrain yang sering kambuh, terasa sangat berat, atau disertai gejala seperti mual hebat dan gangguan penglihatan, pemeriksaan medis tetap dianjurkan. Pendekatan alami seperti hidroterapi dapat menjadi pilihan tambahan, tetapi bukan pengganti konsultasi dokter bila keluhan berlanjut.

 

Dengan langkah sederhana dan minim risiko, migrain saat puasa tetap bisa dikelola tanpa harus selalu mengandalkan obat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit