Transjakarta Siapkan Rute Khusus Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Fokus penguatan layanan dilakukan di terminal besar, stasiun, hingga rute menuju bandara. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait selama periode mudik.
“Jadi pertama mudik dan arus balik kita juga antisipasi di terminal-terminal besar. Misalnya di Pulo Gebang, nanti kita lagi bahas dengan Dinas Perhubungan pasti nanti akan disesuaikan,” ujar Welfizon saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Transjakarta memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi signifikan saat arus balik Lebaran. Untuk itu, perusahaan akan menyiapkan rute khusus serta memperpanjang jam operasional di titik-titik dengan permintaan tinggi.
“Seperti pada saat arus balik terutama, itu lonjakannya cukup tinggi dan biasanya nanti kita akan bikinkan rute-rute khusus dan jam operasi yang diperpanjang, termasuk juga jumlah armada terutama pada saat Amari,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan pada malam hari akan mendapat perhatian khusus, terutama untuk mengakomodasi penumpang yang tiba di Jakarta di luar jam sibuk.
“Di malam harinya itu nanti kita akan antisipasi. Termasuk yang ke stasiun-stasiun, ke Senen dan yang lainnya itu nanti kita juga akan antisipasi,” tambahnya.
Terkait kemungkinan penambahan jam operasional rute menuju bandara, Transjakarta masih akan melakukan evaluasi sesuai kebutuhan penerbangan.
Jam operasional nanti kita lihat sementara jam reguler dari jam 05.00 sampai jam 22.00 malam,” jelas Welfizon.
Ia menyebut, pola penerbangan mudik umumnya didominasi penerbangan domestik pada siang hari sehingga jam operasional saat ini dinilai masih mencukupi.
“Sambil nanti kita lihat penerbangan karena mungkin kan rata-rata kalau mudik itu penerbangannya domestik. Kalau domestik kan relatif lebih banyaknya di siang,” ujarnya.
Berbeda dengan kebijakan tarif khusus di momen tertentu, untuk layanan mudik dan arus balik Lebaran kali ini tarif Transjakarta dipastikan tetap menggunakan tarif reguler yang berlaku.
“Tarif sama, ya. Jadi sejauh ini masih dengan kebijakan tarif reguler yang berlaku saat ini (Rp3.500 dan Rp2.000),” tegasnya.
Transjakarta menargetkan seluruh persiapan layanan mudik dapat mulai dioperasikan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Targetnya ini buat mudik, jadi sebelum Lebaran, kita lagi kejar,” imbuhnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu



