TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Wabup Amir Evaluasi Capaian PAD DLH

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 09:30 WIB
EVALUASI. Wabup Lebak Amir Hamzah sedang memimpin rapat evaluasi PAD dengan jajaran DHL Lebak, di ruang kerja Wabup Lebak, Senin (9/3).
EVALUASI. Wabup Lebak Amir Hamzah sedang memimpin rapat evaluasi PAD dengan jajaran DHL Lebak, di ruang kerja Wabup Lebak, Senin (9/3).

LEBAK - Wakil Bupati (Wabup) Lebak Amir Hamzah, tengah melakukan evaluasi terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, di ruang kerja Wabup Lebak, Senin (9/3).

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi capaian retribusi daerah sekaligus merumuskan langkah-langkah optimalisasi pengelolaan dan pemungutan retribusi guna meningkatkan PAD.

 

Wabup Amir menekankan, pentingnya pembenahan sistem pengelolaan persampahan agar potensi PAD dari sektor lingkungan hidup dapat dimaksimalkan. 

 

Menurutnya, pengelolaan persampahan harus ditata secara sistematis dengan alur kerja yang jelas dan efisien, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

 

“Dinas Lingkungan Hidup salah satu dinas yang memiliki potensi dalam meningkatkan PAD. Oleh karena itu perlu dibangun sistem pengelolaan yang lebih baik agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan,” kata Wabup Amir.

 

la juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan publik sebagai wajah daerah. Menurutnya, kebersihan lingkungan terutama di pusat kota harus menjadi prioritas. 

 

“Minimal kawasan pusat kota seperti alun-alun harus selalu bersih. Ini menjadi wajah daerah yang cepat dinilai oleh masyarakat,” pungkasnya.

 

Kepala DLH Lebak, Irvan Suryatufika menyampaikan bahwa terdapat dua sektor utama yang berpotensi meningkatkan PAD dari DLH, yaitu retribusi pelayanan persampahan dan pelayanan laboratorium lingkungan.

 

“Namun masih terdapat sejumlah tantangan dalam optimalisasi penerimaan retribusi tersebut, di antaranya cakupan layanan persampahan yang belum optimal, basis data wajib retribusi yang belum mutakhir, tingkat kepatuhan pembayaran yang masih rendah, serta biaya operasional pengelolaan sampah yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan penerimaan retribusi,” jelasnya.

 

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Ia merencanakan sejumlah langkah strategis, diantaranya pendataan ulang wajib retribusi persampahan, dan penambahan kendaraan operasional pengangkut sampah untuk memperluas cakupan layanan. 

 

“Terlebih penguatan sistem digitalisasi pengelolaan retribusi, dan rencana pemasangan sistem gate di TPA Dengung,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit