TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Presiden Tenangkan Masyarakat Soal Dampak Perang, Pangan Indonesia Aman

Reporter & Editor : AY
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:40 WIB
Presiden Prabowo saat meresmikan 218 Jembatsn secara virtual dari Istana Merdeka. Foto : Ist
Presiden Prabowo saat meresmikan 218 Jembatsn secara virtual dari Istana Merdeka. Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menenangkan masyarakat terkait potensi dampak konflik global, termasuk perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran. Ia memastikan ketahanan pangan Indonesia dalam kondisi aman.

 

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah secara virtual, Senin (9/3/2026). Menurutnya, meski situasi global penuh ketidakpastian, Indonesia masih memiliki kekuatan besar di sektor sumber daya alam.

 

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” kata Prabowo.

Ia menilai Indonesia memiliki berbagai komoditas strategis seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber energi alternatif sehingga mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

 

Prabowo mengakui konflik global dapat menimbulkan tantangan ekonomi. Namun ia optimistis Indonesia mampu melewati situasi tersebut dan bahkan menjadi lebih kuat.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan konflik di Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap pasokan pangan nasional.

 

Menurutnya, stok beras nasional saat ini melimpah, bahkan mencapai lebih dari 3 juta ton sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

 

“Stok pangan kita cukup. Beras sangat banyak dan harga tetap terjangkau,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut produksi beras nasional periode Januari–Mei 2026 diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton.

Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton seiring panen raya.

 

Selain beras, pasokan komoditas lain seperti ayam dan telur juga dalam kondisi surplus. Pemerintah pun memastikan ketersediaan pupuk bagi petani tetap aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.

 

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit