TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Wanita Haid Tetap Dianjurkan Hadir di Lapangan Meski Tidak Melaksanakan Shalat Idulfitri

Reporter & Editor : AY
Rabu, 18 Maret 2026 | 12:19 WIB
Ilustrasi shalat ied jamaah wanita. Foto : Ist
Ilustrasi shalat ied jamaah wanita. Foto : Ist

SERPONG – Idulfitri merupakan momen besar yang penuh berkah dan kebahagiaan bagi umat Islam. Perayaan ini sejatinya tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang melaksanakan shalat Id di lapangan, tetapi juga untuk seluruh kaum Muslimin agar turut merasakan suasana kemenangan.

 

Dalam semangat kebersamaan dan inklusivitas, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa semua umat Islam dianjurkan hadir dalam perayaan tersebut, termasuk perempuan yang sedang haid. Meski tidak diperkenankan melaksanakan shalat, mereka tetap dianjurkan untuk datang ke lokasi pelaksanaan shalat Id.

 

Mengutip Muhammadiyah.or.id, kehadiran mereka bukan untuk menjalankan ibadah ritual, melainkan untuk menyaksikan kebaikan, mempererat silaturahmi, serta mendengarkan khutbah dan doa yang disampaikan.

 

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ummu ‘Athiyyah RA:

“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar pada hari Idulfitri dan Iduladha, termasuk para gadis remaja, wanita haid, dan wanita yang dipingit. Adapun wanita haid tidak ikut melaksanakan shalat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan doa kaum Muslimin...” (HR. Muslim)

 

Dalam hadis tersebut juga dijelaskan solusi praktis dari Rasulullah SAW bagi perempuan yang tidak memiliki pakaian yang layak untuk keluar:

“Jika salah seorang dari mereka tidak memiliki jilbab, maka hendaklah saudaranya meminjamkannya.”

 

Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan materi tidak menjadi penghalang untuk turut hadir dalam momen penuh keberkahan tersebut.

Riwayat lain dari Imam Ahmad kembali menegaskan tujuan kehadiran wanita haid dalam perayaan Id, yaitu untuk menyaksikan kebaikan dan mendengarkan dakwah bersama kaum Muslimin, meskipun tidak ikut dalam shalat.

 

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa Islam memberikan aturan yang seimbang. Perempuan yang sedang haid memang tidak mengikuti shalat dan berada di luar barisan (shaf), namun tetap dianjurkan hadir sebagai bagian dari kebersamaan umat dalam merayakan Idulfitri.

 

Dengan demikian, kehadiran mereka tetap memiliki nilai sosial dan spiritual yang penting dalam menyemarakkan hari raya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit