AS–Iran Siap Bertemu di Pakistan
PAKISTAN - Tanda-tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah mulai terlihat. Amerika Serikat dan Iran dikabarkan membuka peluang perundingan langsung setelah sebelumnya menjalin komunikasi tidak langsung.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengungkapkan bahwa kedua negara telah menyetujui rencana pertemuan yang kemungkinan digelar di Pakistan.
“Kontak tidak langsung sudah berlangsung dan berjalan baik. Persiapan pertemuan juga telah dilakukan. Tampaknya akan segera terjadi di Pakistan,” ujar Wadephul dalam wawancara dengan Deutschlandfunk, seperti dikutip Reuters.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Washington maupun Teheran. Namun, Pakistan bersama Mesir dan Turki disebut aktif menjadi mediator, menjembatani komunikasi kedua pihak sejak konflik memanas pada akhir Februari.
Pakistan dinilai sebagai lokasi netral yang strategis karena masih memiliki jalur komunikasi terbuka dengan kedua negara.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran mulai menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan damai setelah gelombang serangan militer AS sejak 28 Februari 2026.
“Sekarang mereka ingin membuat kesepakatan. Mereka negosiator hebat, tapi petarung yang buruk,” ujar Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih, seperti dilaporkan BBC.
Pernyataan tersebut diperkuat utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang mengonfirmasi bahwa Washington telah mengirimkan proposal damai berisi 15 poin kepada Teheran melalui Pakistan.
Namun, klaim tersebut dibantah pihak Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS, meski mengakui adanya komunikasi tidak langsung melalui negara mediator.
Baghaei juga menyebut Iran telah menerima pesan dari AS terkait keinginan membuka dialog, namun tetap berpegang pada prinsip kebijakan nasionalnya.
Di tengah upaya diplomasi ini, dampak konflik terus meluas. Otoritas Iran melaporkan lebih dari 120 museum dan situs budaya mengalami kerusakan akibat serangan, termasuk Istana Golestan, Istana Saadabad, dan Istana Marmer. Wilayah Teheran menjadi yang paling terdampak dengan puluhan situs bersejarah mengalami kerusakan dari ringan hingga berat.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




