TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Bersiap Hadapi Krisis Global

Oleh: Kiki Iswara Darmayana
Editor: Redaksi
Minggu, 29 Maret 2026 | 10:52 WIB
Kiki Iswara Darmayana. Foto : Dok. Pribadi
Kiki Iswara Darmayana. Foto : Dok. Pribadi

SERPONG - Perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel langsung memukul ekonomi global. Perang ini telah menghambat pasokan minyak, gas, bahan baku industri petrokimia dan pupuk dari kawasan Timur Tengah ke Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia dan kawasan Pasifik.

 

Ekonomi global makin tak menentu setelah Selat Hormuz ditutup. Harga minyak dan gas bumi meroket. Industri petrokimia terancam gulung tikar akibat langkanya bahan baku.

 

Lebih memprihatinkan lagi, selain harganya melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel, menipisnya pasokan minyak ke pasar dunia menyebabkan sejumlah negara kesulitan memperoleh BBM dan kemudian menyatakan darurat energi.

 

Bahkan, beberapa negara kini mulai ketakutan rakyatnya tidak bisa mendapatkan BBM. Mereka juga takut mengalami defisit listrik, karena pembangkit yang menggunakan bahan bakar gas dan solar berhenti beroperasi.

 

Menghadapi kemungkinan memburuknya situasi geopolitik dan ekonomi global, tentu Indonesia harus bersiap-siap. Indonesia mesti melakukan penghematan BBM. Indonesia juga mesti melakukan rasionalisasi dan revisi APBN.

 

Anggaran untuk hal-hal yang tidak terlalu mendesak sebaiknya dialihkan untuk membantu rakyat miskin dan orang-orang di lapisan bawah, supaya tetap bisa makan dan beraktivitas.

 

Untuk menghemat BBM, pemerintah sebaiknya segera menerapkan Work From Home (WFH) 1 hari dalam sepekan. WFH ini bisa diterapkan untuk ASN di pusat dan daerah. WFH 1 hari juga diharapkan diikuti perusahaan swasta. WFH 1 hari dalam sepekan diperkirakan dapat menghemat 15 hingga 20 persen konsumsi BBM.

 

Kita berharap, hingga akhir tahun ini, pemerintah tidak mengurangi subsidi BBM. Artinya ke depan ini, tak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi. Sebab, apabila subsidi BBM dikurangi dan kemudian harga BBM bersubsidi naik, ekonomi rakyat bawah akan terpuruk.

 

Kita juga berharap, dana hasil penghematan dan efisiensi pemerintah pusat dan daerah, setengahnya dialokasikan untuk bansos sembako dan bansos tunai bagi orang-orang di lapisan bawah.

 

Kemudian, setengahnya lagi dialokasikan untuk membantu usaha kecil dan mikro. Kalau upaya ini ditempuh, ekonomi negeri ini akan selamat dari terjangan badai ekonomi global.

 

Jadi sekali lagi, untuk menghadapi krisis energi dan gejolak ekonomi global, sudah saatnya negeri ini melakukan penghematan energi dan efisiensi anggaran. Terutama anggaran untuk hal-hal yang tidak terlalu penting dan tidak terkait langsung dengan kepentingan rakyat.

Komentar:
Pandeglang
Himbauan
ePaper Edisi 27 Maret 2026
Berita Populer
01
Wisatawan Asal Depok Hilang Digulung Ombak

Pos Banten | 3 hari yang lalu

04
SIM Keliling Kota Tangsel Kamis 26 Maret 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

05
Kepala BAIS TNI Mundur Usai Kasus Oknum

Nasional | 3 hari yang lalu

06
07
08
09
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit