TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Amerika Kerahkan Kapal Perang, Timur Tengah Kian Membara

Reporter & Editor : AY
Minggu, 26 April 2026 | 09:35 WIB
Kapal Perang AS. Foto : Ist
Kapal Perang AS. Foto : Ist

B9AS - Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya dengan mengerahkan sejumlah kapal induk, di tengah eskalasi konflik dan mandeknya jalur diplomasi dengan Iran.


Kapal induk USS George H.W. Bush dilaporkan telah tiba di kawasan, menjadi armada ketiga AS yang beroperasi di wilayah tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut kapal itu kini berada di Samudra Hindia dalam wilayah tanggung jawabnya.
Kapal induk kelas Nimitz tersebut berangkat dari pangkalan Angkatan Laut di Norfolk, Virginia, pada akhir Maret.

 

Seperti standar operasi, kapal ini didampingi kelompok tempur laut, termasuk kapal perusak USS Mahan dan USS Winston S. Churchill.


Tak hanya itu, lebih dari 4.000 personel dari Gugus Tugas Amfibi USS Boxer bersama Unit Ekspedisi Marinir ke-11 diperkirakan segera menyusul ke kawasan dalam beberapa pekan ke depan.


Sementara itu, kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, kembali beroperasi di Laut Merah setelah sempat menjalani perbaikan akibat insiden kebakaran. Di sisi lain, USS Abraham Lincoln juga dilaporkan berada di Laut Arab bagian utara, semakin memperkuat kehadiran militer AS.


Pengerahan tiga kapal induk ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh serta kebuntuan perundingan damai antara Washington dan Teheran. Ketegangan meningkat seiring pembatasan di Selat Hormuz oleh Iran, yang dibalas dengan langkah pengamanan ketat dari pihak AS.


Presiden Donald Trump bahkan menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk bertindak tegas terhadap kapal yang dicurigai menanam ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut.


“Tembak dan hancurkan kapal apa pun, meskipun kapal kecil. Jangan ada keraguan sedikit pun,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Selain itu, operasi penyisiran ranjau disebut ditingkatkan hingga tiga kali lipat guna memastikan keamanan jalur distribusi energi global.


Di pihak lain, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam. Juru bicara militer Iran menyatakan pasukan mereka dalam kondisi siaga penuh dan siap memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi Iran juga disebut masih mengandalkan strategi “mosquito fleet” — armada kapal cepat berukuran kecil dan lincah — di Selat Hormuz. Dalam beberapa hari terakhir, kapal-kapal ini dilaporkan terlibat dalam serangan terhadap tanker minyak, bahkan memaksa beberapa di antaranya masuk ke perairan Iran.


Di tengah meningkatnya tensi, pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyerukan agar kedua pihak kembali ke meja perundingan. Ia menegaskan pentingnya menahan diri demi mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih besar.


Putaran kedua perundingan damai sendiri direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Meski situasi memanas, peluang dialog disebut masih terbuka dalam waktu dekat.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit