Target 600 Peserta, Pendaftaran Circuit Athletic Tangsel Open 2026 Dibuka Hari Ini
PASI Tangsel Bidik Lahirnya Atlet Muda Berprestasi
PAMULANG — Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar ajang Circuit Athletic Tangsel Open 2026. Kejuaraan atletik untuk pelajar usia dini hingga SMP ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Community Center Pamulang.
Ketua Umum PASI Kota Tangsel, Gatot Sukartono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Kali ini, pendaftaran peserta resmi dibuka mulai hari ini dan akan berlangsung hingga 29 April 2026.
“Dulu Tangsel Open itu nomor lombanya lengkap. Sekarang kita fokus dulu untuk usia dini dengan nomor sprint, tapi tujuan utamanya tetap pembinaan dan pencarian bibit atlet,” ujar Gatot kepada Tangsel Pos, Selasa (31/3).
Ia menjelaskan, cabang atletik dikenal sebagai “mother of sport” atau induk dari berbagai cabang olahraga. Hal itu karena hampir semua olahraga membutuhkan kemampuan dasar yang terdapat dalam atletik, seperti berlari, melompat, melempar, dan berjalan.
“Untuk pembentukan karakter dan pengayaan motorik anak, semua ada di atletik. Mau ke cabang olahraga apa pun, tetap membutuhkan dasar-dasar atletik,” jelasnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana talent scouting bagi PASI Tangsel untuk menjaring atlet potensial sejak usia dini. Biasanya, dari setiap penyelenggaraan kejuaraan mampu ditemukan dua hingga tiga atlet berbakat yang kemudian dibina untuk mengikuti ajang lebih tinggi seperti Popda hingga Porprov.
Pelaksanaan Circuit Athletic Tangsel Open 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya melalui akademik, tetapi juga melalui olahraga.
“Ini juga bagian dari sosialisasi atletik sekaligus mencari bibit atlet untuk pembinaan jangka panjang,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, PASI Tangsel juga berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UMPAM). Sebagian besar panitia kegiatan merupakan mahasiswa yang terlibat sebagai relawan sekaligus sarana pembelajaran dalam mengelola sebuah event olahraga.
Ketua Pelaksana Chandra Eka Prasetya menjelaskan, perlombaan akan dimulai pukul 07.00 WIB dan diperkirakan selesai pada siang hari karena hanya mempertandingkan nomor sprint.
“Di technical meeting nanti akan dibahas pembagian nomor peserta atau BIB, aturan lomba, serta teknis pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.
Kejuaraan ini mempertandingkan tiga kategori, yakni usia dini (TK), SD/MI, dan SMP/MTs. Pada kategori usia dini terdapat nomor lari 30 meter untuk kelompok umur 3–4 tahun serta 5–6 tahun putra dan putri.
Sementara untuk kategori SD/MI terdapat nomor lari 30 meter untuk kelas 1–2, serta lari 60 meter untuk kelas 3–4 dan kelas 5–6, masing-masing putra dan putri. Sedangkan kategori SMP/MTs mempertandingkan nomor lari 80 meter untuk putra dan putri.
Tahun lalu, ajang serupa berhasil menarik sekitar 500 peserta dari berbagai daerah. Bahkan beberapa peserta datang dari luar Banten seperti Karawang, Bandung, hingga Lampung.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan sekitar 600 peserta dari Tangerang Selatan maupun daerah lain seperti Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, hingga Jakarta.
Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp70 ribu untuk kategori usia dini, serta Rp50 ribu untuk kategori SD/MI dan SMP/MTs.
Melalui kejuaraan ini, panitia berharap anak-anak dapat lebih aktif berolahraga dan tidak terlalu bergantung pada penggunaan gadget dalam keseharian mereka.
"Di setiap kejuaran itu kita targetnya gimana caranya anak usia dini itu tidak selalu bermain gadget gitu. Jadi anak-anak usia dini itu bisa termotivasi sama olahraga khususnya di cabang olahraga atletik, itu kalau untuk target utamanya. Dari pada anak-anak main game terus, gadget setiap hari. Lebih baik kita arahkan ke olahraga. Jadi tubuhnya juga tambah sehat gitu," paparnya.
Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi anak-anak untuk menekuni olahraga sejak dini, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Tangerang Selatan.
"Alhamdulillahnya rata-rata atlet kita PASI Tangsel itu dari talent scouting seperti ini. Kita adain kejuaraan sekaligus kita lakukan talent scouting," pungkasnya.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




