Motor Belum Kompetitif, Fabio Quartararo Enggan Pasang Target di MotoGP Prancis 2026
PRANCIS - Pembalap andalan Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memilih bersikap realistis jelang seri MotoGP Prancis 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Le Mans pada 8–10 Mei 2026.
Kondisi motor Yamaha yang belum sepenuhnya kompetitif membuatnya enggan memasang target tinggi, bahkan di hadapan publik sendiri.
Performa Quartararo sepanjang awal musim masih jauh dari harapan. Dalam empat seri pembuka, pembalap asal Prancis itu belum mampu menembus papan atas. Hasil terbaiknya sejauh ini hanya finis di posisi ke-14, termasuk saat tampil di MotoGP Spanyol 2026.
Harapan sempat muncul usai Yamaha melakukan berbagai pembaruan dalam sesi MotoGP Jerez Test 2026. Quartararo mencoba sejumlah perubahan pada motor Yamaha YZR-M1, mulai dari sasis, aerodinamika, hingga perangkat elektronik.
Hasilnya cukup menjanjikan. Ia mampu menempati posisi ketujuh dengan selisih kurang dari setengah detik dari catatan waktu tercepat. Peningkatan terasa terutama pada bagian depan motor—area yang sebelumnya menjadi titik lemah Yamaha.
“Kami mencoba banyak hal, terutama di sektor aerodinamika. Setelan terakhir terasa paling positif,” ujar Quartararo.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kemajuan tersebut belum signifikan. Menurutnya, tim baru menemukan detail kecil yang membantu gaya balapnya, bukan solusi besar yang bisa langsung mendongkrak performa secara keseluruhan.
“Ada sedikit peningkatan di bagian depan, itu membantu saya memahami batas motor. Tapi kami belum menemukan sesuatu yang benar-benar penting,” tambahnya.
Nada pesimistis pun masih terasa saat membahas peluang di Le Mans. Quartararo menilai Yamaha masih tertinggal dari para rival, baik dari sisi kecepatan maupun konsistensi sepanjang balapan.
“Saya pikir akan sedikit lebih baik, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa saya optimistis,” katanya.
Situasi ini kontras dengan kenangan manis Quartararo di Le Mans, di mana ia pernah meraih kemenangan pada musim 2021. Namun, ia menilai kondisi saat ini berbeda karena motor belum cukup kompetitif untuk bersaing di barisan depan.
Performa pembalap Yamaha lainnya juga belum menunjukkan tanda kebangkitan. Jack Miller, misalnya, hanya menempati posisi ke-17 dalam tes di Jerez, dengan selisih lebih dari satu detik dari pembalap tercepat.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa pekerjaan rumah Yamaha masih besar. Pengembangan YZR-M1 belum sepenuhnya mampu menjawab masalah mendasar yang dihadapi tim sejak awal musim.
Balapan di Le Mans pun diprediksi menjadi ujian berat—bukan hanya bagi Quartararo sebagai tuan rumah, tetapi juga bagi Yamaha untuk membuktikan bahwa mereka mampu keluar dari tren negatif. Dukungan publik Prancis memang bisa menjadi suntikan moral, namun tanpa peningkatan signifikan pada motor, hasil maksimal akan tetap sulit diraih.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 15 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


