Proposal Baru Perdamaian: AS–Iran Tukar Konsesi di Selat Hormuz
AS - Negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih buntu, namun opsi baru mulai muncul: AS membuka blokade laut, sementara Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Perundingan yang dimulai sejak konflik 28 Februari 2026 belum mencapai hasil. Putaran pertama di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan. Meski sempat ada gencatan senjata dua pekan sejak 8 April yang kemudian diperpanjang, situasi tetap rapuh. AS masih menjalankan blokade dan menambah kekuatan militer, sementara Iran membatasi akses Selat Hormuz.
Kini, Iran mengajukan proposal tiga tahap melalui mediator Pakistan.
Pertama, penghentian perang dan jaminan tidak terulang. Kedua, penyelesaian status Selat Hormuz. Ketiga, Iran membuka ruang negosiasi terkait program nuklir dan isu regional.
Namun, Iran menegaskan pelayaran nantinya tetap mengikuti aturan mereka, termasuk rencana kerja sama dengan Oman dan penerapan biaya bagi kapal yang melintas.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menilai Iran sedang tertekan dan mendesak pembukaan blokade. AS juga menegaskan hanya akan sepakat jika Iran menghentikan program nuklirnya.
Sementara itu, di tengah krisis energi global, Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan keluar dari OPEC mulai 1 Mei. Langkah ini disebut sebagai strategi nasional untuk meningkatkan fleksibilitas produksi minyak sesuai kebutuhan pasar.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 5 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 18 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


