TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Setahun Pasca Kebakaran, Pedagang Taman Puring Masih Bertahan di Tengah Reruntuhan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:01 WIB
Pasar Taman Puring dilanda kebakaran di tahun 2025. Foto : Ist
Pasar Taman Puring dilanda kebakaran di tahun 2025. Foto : Ist

JAKARTA – Hampir setahun pasca kebakaran hebat yang melanda Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ratusan pedagang masih bertahan berjualan di tengah puing-puing bangunan yang belum direvitalisasi. Mereka berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera membangun kembali pasar tersebut, bukan mengalihfungsikannya menjadi taman difabel.


Di atas lahan yang masih dipenuhi reruntuhan bekas kebakaran, deretan tenda biru dan lapak darurat tampak berdiri. Meski kondisi jauh dari layak, aktivitas perdagangan tetap berjalan seperti biasa. Para pedagang memilih bertahan demi menjaga sumber penghasilan dan mempertahankan pelanggan yang selama ini setia berbelanja di Pasar Taman Puring.


Darman (58), salah satu pedagang yang kini berjualan di lapak sementara, mengaku masih menunggu kepastian dari Pemprov DKI terkait pembangunan kembali pasar yang terbakar pada Juli 2025 lalu.


"Kami berharap dibangun lagi menjadi pasar, bukan taman. Dulu ada janji akan dibangun kembali, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan," ujar Darman kepada Redaksi, Jumat (29/5/2026).


Menurutnya, para pedagang belum menerima informasi resmi mengenai rencana alih fungsi lahan Pasar Taman Puring menjadi taman ramah difabel. Meski demikian, kabar tersebut sudah beredar di kalangan pedagang dan menimbulkan kekhawatiran.
"Dengar-dengar memang akan dijadikan taman. Tapi kami berharap tetap menjadi pasar karena di sini tempat mencari nafkah ratusan pedagang," katanya.


Di tengah ketidakpastian, para pedagang tetap membuka lapak setiap hari meski harus berjualan di lingkungan yang masih dipenuhi puing dan fasilitas yang sangat terbatas.

 

Kalau tidak jualan, kami tidak bisa menghidupi keluarga. Mau bagaimana lagi, kami harus bertahan," ucap Darman.
Ia bersyukur Pasar Taman Puring masih memiliki pelanggan setia. Pasar yang dikenal sebagai pusat penjualan sepatu, tas, dan pakaian dengan harga terjangkau itu masih ramai dikunjungi pembeli.


"Alhamdulillah masih ada yang datang belanja. Taman Puring sudah dikenal masyarakat sejak lama," tambahnya.
Saat ini sekitar 180 pedagang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran. Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan sebelum kebakaran yang mencapai sekitar 500 pedagang.


Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana merevitalisasi kawasan Taman Puring menjadi taman ramah disabilitas. Gagasan tersebut muncul setelah menerima usulan dari Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar.


"Ketika Pak Wali Kota menyampaikan usulan agar Taman Puring dimanfaatkan menjadi taman difabel, saya meminta agar usulan tersebut segera diajukan," kata Pramono saat meresmikan kantor baru Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).


Pramono juga meminta jajaran terkait segera menyiapkan anggaran pembangunan agar proyek tersebut dapat direalisasikan secepatnya. Menurutnya, taman yang akan dibangun tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga harus mampu memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.


"Taman ini harus dirancang oleh arsitek yang memahami kebutuhan difabel sehingga benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal," tegasnya.


Rencana tersebut kini menimbulkan harapan sekaligus kekhawatiran bagi para pedagang. Mereka berharap Pemprov DKI dapat mempertimbangkan nasib ratusan pelaku usaha yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di Pasar Taman Puring sebelum mengambil keputusan akhir terkait masa depan kawasan tersebut.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit