Prabowo Terbang ke Rusia, Bertemu Putin di EEF
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Vladivostok, Rusia, dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/9) malam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) Ke-11 atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo dan rombongan lepas landas sekitar pukul 23.20 WIB. Sejumlah pejabat turut mendampingi, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Keberangkatan Presiden Prabowo turut dilepas sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
Teddy mengatakan, Prabowo hadir di Vladivostok untuk memenuhi undangan khusus Putin sebagai tamu kehormatan utama dalam EEF Ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).
"Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini mencerminkan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," kata Teddy.
Ini menjadi kali kedua Prabowo dipercaya sebagai tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang digelar Rusia. Sebelumnya, Prabowo menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada tahun lalu.
Menurut Teddy, Rusia memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga dinilai memiliki posisi penting sebagai anggota ASEAN serta representasi negara-negara Global South dan dunia Muslim.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan memanfaatkan pertemuannya dengan Putin untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sejumlah sektor strategis lainnya.
"Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," ujar Teddy.
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 16 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



