Pemkot Target MRF Dibangun Mulai Agustus
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan pembangunan fasilitas Material Recovery Facility (MRF) sebagai bagian dari penguatan penanganan sampah terpadu dari hulu hingga hilir. Pada Agustus atau September 2026 mendatang, teknologi MRF ini sudah dibangun.
"Insya Allah di Agustus atau September, MRF sudah terbangun. Di sana sampah akan dipilah, yang bisa diolah akan kita olah, sementara yang tidak bisa diolah akan kita tindaklanjuti dengan skema lanjutan. Ini dingkat hilir,” jelas Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan.
Dia mengatakan, penguatan penanganan sampah di tingkat hulu dilakukan melalui optimalisasi peran bank sampah yang ada di kelurahan-kelurahan. Saat ini, bank Sampah menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan percepatan penanganan sampah di Kota Tangsel.
“Setiap hari saya keliling menyampaikan di kelurahan-kelurahan kepada masyarakat terkait peran bank sampah. Ini sudah tercantum dalam keputusan Tim Percepatan Penanganan Sampah. Bank sampah kita gerakkan agar penanganan sampah bisa berjalan dari hulu ke hilir,” ujar Pilar.
Selain bank sampah, Pemkot Tangsel juga mendorong penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah.
Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel tetap berkomitmen melanjutkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah. Namun, saat ini terdapat penyesuaian regulasi di tingkat pusat yang harus diikuti.
“PSEL sebenarnya sudah ada pemenang lelangnya sesuai Perpres 35 Tahun 2018. Tapi sekarang ada Perpres 109 yang baru, sehingga kita harus patuh dan menyesuaikan dari regulasi lama ke yang baru,” terangnya.
Ia menjelaskan, perubahan kebijakan tersebut mengalihkan skema pengelolaan dari investor swasta ke Danantara. Proses transisi tersebut saat ini masih berlangsung di tingkat pusat.
“Mudah-mudahan Tangsel bisa kembali menjadi prioritas agar proyek PSEL ini bisa segera terwujud. Ini solusi permanen, ramah lingkungan, dan sangat baik untuk penanganan sampah di Kota Tangsel,” kata Pilar.
Meski demikian, Pilar menekankan keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur di hilir, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat di tingkat hulu.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


